Animal Farm

Bab 10 – Bukan Animal Farm, Melainkan Manor Farm

👁️ 8 tayangan

TAHUN-TAHUN berlalu. Musim datang dan pergi, kehidupan binatang yang singkat pun melesat tanpa terasa. Tibalah saat ketika hampir tak ada lagi yang mengingat hari-hari lama sebelum Pemberontakan—kecuali Clover, Benjamin, Moses si gagak, dan beberapa ekor babi.

Muriel telah mati; Bluebell, Jessie, dan Pincher juga telah mati. Mr. Jones pun telah mati—ia meninggal di sebuah panti rehabilitasi pecandu alkohol di wilayah lain negeri itu. Snowball telah dilupakan. Boxer pun dilupakan, kecuali oleh segelintir yang pernah mengenalnya.

Clover kini menjadi seekor kuda betina tua yang bertubuh besar, persendiannya kaku dan matanya sering berair. Usianya sudah dua tahun melewati masa pensiun, tetapi kenyataannya tak pernah ada satu pun binatang yang benar-benar pensiun. Wacana untuk menyisihkan satu sudut padang rumput bagi binatang lanjut usia sudah lama ditinggalkan.

Napoleon kini seekor babi jantan dewasa dengan bobot lebih dari 100 kilogram. Squealer begitu gemuk hingga nyaris tak bisa melihat keluar dari matanya sendiri. Hanya Benjamin tua yang kurang-lebih tetap sama seperti dulu—kecuali moncongnya yang makin memutih dan, sejak kematian Boxer, menjadi lebih muram dan pendiam dari sebelumnya.

Kini jumlah makhluk di peternakan jauh lebih banyak, meskipun peningkatannya tidak sebesar yang pernah diharapkan pada tahun-tahun awal. Banyak binatang lahir ketika Pemberontakan hanyalah tradisi samar yang diwariskan dari mulut ke mulut, dan ada pula yang dipercaya dan sama sekali belum pernah mendengar soal itu sebelum tiba di sini.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV 🔒 TAMAT

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×