Pengantar Terjemahan: Ketika Nalar Tak Lagi Cukup
SETIAP zaman memiliki momoknya sendiri.
Di era lampau, mungkin kita takut akan hantu di balik tirai. Di zaman ini, kita takut akan email tak terjawab, kesehatan mental yang rapuh, atau kehilangan kendali atas hidup kita yang terus diawasi oleh layar kecil dalam genggaman.
Jauh sebelum istilah seperti “anxiety disorder” atau “paranoia digital” muncul, seorang pria Prancis bernama Guy de Maupassant telah menuliskan horor paling purba dari semua itu: rasa bahwa kita sedang diambil alih dari dalam.
Le Horla bukan cerita hantu biasa. Tak ada penampakan berdarah atau rumah tua berderit. Yang ada hanyalah satu tokoh, satu suara, satu pikiran—yang perlahan tapi pasti runtuh.
Ia tidak melawan setan, vampir, atau iblis. Ia melawan dirinya sendiri, atau mungkin sesuatu yang kini tinggal bersamanya, di balik mata, di ujung kesadarannya.
Makhluk bernama “Horla” tak punya bentuk. Bahkan kita tak pernah tahu apakah ia benar-benar ada. Tapi justru di situlah letak kekuatan cerita ini.
Ketika yang tak bisa dilihat mulai menguasai hidup kita, di situlah horor sebenarnya lahir. Dan bukan hanya itu, Maupassant menulis ini dalam bentuk jurnal, yang membuat pembaca seolah mengintip isi kepala orang yang sedang tergerus oleh kekuatan tak terlihat.
Apa sebenarnya Horla? Makhluk gaib? Alien? Gejala penyakit mental?
Maupassant tidak pernah memberi jawaban, dan ia memang tak perlu. Karena Le Horla bukan tentang sosok itu, melainkan tentang ketakutan manusia terhadap kehilangan kendali. Sesuatu yang, ironisnya, sangat kita pahami saat ini—di tengah tekanan pekerjaan, ekspektasi sosial, dan suara-suara di kepala kita sendiri.
Dalam terjemahan ini, kami berusaha mempertahankan ritme dan nada orisinal Maupassant—yang tenang, tetapi semakin sesak seiring halaman bergulir. Kami juga membiarkan istilah “Horla” tidak diterjemahkan, karena ia bukan sekadar nama, tapi lambang. Lambang dari sesuatu yang tak bisa dijelaskan, tak bisa dilawan, tapi juga tak bisa diabaikan.
Untuk kamu, pembaca yang baru mengenal dunia horor klasik: jangan cari jumpscare di sini. Yang akan kamu temukan adalah bisikan kecil yang tinggal di kepala, lama setelah cerita ini selesai.
Dan untuk kamu yang sudah terbiasa dengan cerita-cerita gelap: Le Horla akan tetap mengejutkanmu, bukan karena kengerian yang meledak, melainkan karena keheningan yang tak bisa dijelaskan.
Selamat membaca. Tapi hati-hati: setelah ini, mungkin kamu akan mulai merasa… ada sesuatu yang memperhatikanmu di balik bahu kananmu.
KlikNovel
Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu
Login untuk memberikan vote dukungan
📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.