Bagian 3 — Dibuntuti Siapa?
2 Juni
Keadaanku makin memburuk.
Ada apa sebenarnya dengan tubuh ini? Bromida tak lagi membawa ketenangan, mandi pancuran pun tak memberi pengaruh apa-apa.
Kadang-kadang, demi memaksakan rasa lelah—padahal aku sudah cukup lelah seharian—aku pergi berjalan kaki ke hutan Roumare.
Dulu aku percaya, cahaya lembut dan udara segar yang penuh aroma dedaunan dan rerumputan bisa menyegarkan darahku, menyalakan kembali energi dalam dada.
Suatu hari, aku menyusuri jalan setapak lebar yang membelah hutan, lalu berbelok ke arah La Bouille melalui lorong sempit di antara dua deretan pohon yang sangat tinggi. Rindangnya luar biasa—daun-daunnya membentuk atap hijau tua, nyaris hitam, memisahkanku sepenuhnya dari langit.
Tiba-tiba tubuhku menggigil. Bukan menggigil karena dingin, tapi seperti gemetar karena rasa cemas yang tak bisa dijelaskan.
Aku mempercepat langkah. Rasa tidak nyaman merayapi seluruh tubuh—sendirian di tengah hutan seperti itu… membuatku takut tanpa alasan. Tapi ketakutan itu nyata.
Dan lalu, perasaan itu datang.
Seolah-olah ada yang mengikuti dari belakang.
Langkah kaki—sangat dekat. Terlalu dekat. Seakan-akan jika aku berhenti, dia akan menyentuh bahuku.
Aku berbalik cepat.
Tak ada siapa-siapa.
Jalan itu kosong, lurus, sepi, dan dibatasi deretan pohon tinggi yang diam menatap. Tak satu pun tanda kehadiran makhluk hidup. Di depan dan di belakang, hanya kehampaan yang menjulur jauh, tanpa ujung, dan… mengerikan.
Aku menutup mata. Entah kenapa.
Lalu aku mulai berputar, berdiri di satu kaki seperti gasing—berputar cepat sampai hampir terjatuh.
Begitu kubuka mata, pohon-pohon seolah menari mengelilingiku, tanah terasa bergoyang. Aku terpaksa duduk.
Dan yang paling aneh… aku tak ingat bagaimana aku bisa sampai di situ.
Pikiran itu membuatku merinding. Gila. Aneh sekali. Aneh dan… menakutkan.
Aku benar-benar tak tahu arah.
Akhirnya, dengan ragu, aku memilih belok ke kanan dan menemukan kembali jalan utama yang membawaku ke tengah hutan tadi.
3 Juni
Malam tadi… benar-benar buruk.
Aku harus pergi. Meninggalkan tempat ini untuk sementara.
Beberapa minggu perjalanan mungkin bisa menyegarkan tubuh dan pikiran. Ya, mungkin itu satu-satunya jalan.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.