Esensi Roh Seturut Pengalaman Florence Marryat
MENERJEMAHKAN There Is No Death berarti memperkenalkan kepada pembaca Indonesia sebuah suara yang sangat khas dari era Victoria: suara seorang perempuan yang yakin bahwa dunia roh adalah nyata dan terbuka bagi mereka yang berani mendengarnya.
Florence Marryat, putri novelis laut terkenal Frederick Marryat, menulis karya ini bukan untuk hiburan semata, melainkan sebagai kesaksian.
Buku ini lahir di tengah maraknya spiritisme di Inggris dan Amerika pada abad ke-19. Saat itu, séance dan mediumisme bukan sekadar hiburan salon; mereka menjadi cara masyarakat mencari jawaban atas kehilangan. Tingginya angka kematian akibat penyakit, perang, dan keterbatasan medis membuat banyak keluarga mencari penghiburan.
Marryat, yang sendiri aktif menghadiri dan memimpin séance, memberikan testimoni langsung dalam There Is No Death. Ia menyajikan pengalaman pribadi, dari bisikan roh hingga penampakan, dengan keyakinan penuh.
Bagi pembaca Indonesia, buku ini bisa membuka jendela baru tentang bagaimana orang-orang Victoria menafsirkan dunia spiritual.
Kita sering membayangkan Inggris abad ke-19 sebagai dunia rasional penuh mesin uap. Namun, buku ini menunjukkan bahwa bahkan di tengah kemajuan sains, kebutuhan akan makna spiritual tetap besar.
Dalam hal ini, ada resonansi dengan budaya kita sendiri, yang juga kaya akan kepercayaan pada roh, arwah leluhur, dan dunia gaib.
Dalam proses penerjemahan, tantangannya adalah menjaga nada tulus dan penuh keyakinan dari Marryat. Ia tidak menulis dengan ironi atau jarak; ia menulis dengan iman.
Karena itu, kami memilih gaya naratif yang hangat, emosional, tetapi tetap elegan. Kami berusaha agar bahasa Indonesia yang digunakan bisa membuat pembaca ikut merasakan campuran rasa takut, harap, dan kagum yang ingin Marryat sampaikan.
Alasan karya ini dipilih untuk diterjemahkan adalah karena relevansinya dengan isu universal: kerinduan manusia akan jawaban setelah kematian. Pesan sentral Marryat—“tidak ada kematian”—masih bergaung hingga sekarang, di dunia yang terus diliputi kehilangan dan ketidakpastian.
Dengan menghadirkan terjemahan There Is No Death, kami berharap pembaca Indonesia dapat menemukan bukan hanya sisi gelap dari era Victoria, tetapi juga cahaya penghiburan yang mereka coba raih melalui dunia roh.
Karya ini adalah undangan untuk merenung, bukan hanya tentang dunia gaib, tetapi juga tentang makna kehidupan itu sendiri.
Selamat membaca.
Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu
Login untuk memberikan vote dukungan
📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.