Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
Romeo Juliet - William Shakespeare
Romeo Juliet - William Shakespeare
Rp50.500
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Macbeth - William Shakespeare
Macbeth - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee

Coco

Guy de Maupassant Guy de Maupassant

👁️ 20 tayangan

DI seluruh pedesaan, lahan pertanian milik keluarga Lucas dikenal dengan sebutan “Manor”. Tidak ada yang tahu pasti alasannya. Mungkin para petani mengaitkan kata “Manor” dengan makna kemakmuran dan kemewahan, sebab lahan pertanian ini memang yang terbesar, terkaya, dan paling terkelola dengan baik di seluruh wilayah itu.

Halaman yang amat luas, dikelilingi lima baris pohon-pohon megah yang melindungi pohon-pohon apel rapuh dari hembusan angin keras di dataran, memagari deretan bangunan bata panjang untuk menyimpan pakan ternak dan biji-bijian, kandang kuda indah dari batu keras yang mampu menampung tiga puluh ekor kuda, serta sebuah rumah tinggal dari bata merah yang tampak seperti château kecil.

Berkat perawatan yang baik, tumpukan pupuk kandang nyaris tak berbau menyengat; anjing penjaga tinggal di kandang anjing, dan unggas dalam jumlah tak terhitung berkeliaran di rerumputan tinggi.

Setiap hari, pada pukul dua belas siang, 15 orang—tuan rumah, para pekerja, dan para perempuan—duduk mengelilingi meja dapur panjang, tempat sup panas disajikan dalam mangkuk besar bermotif bunga biru.

Hewan-hewan—kuda, sapi, babi, dan domba—gemuk, terawat, dan bersih. Maitre Lucas, lelaki jangkung yang mulai gemuk, berkeliling tiga kali sehari, mengawasi segala sesuatu dan memastikan semua berjalan baik.

Seekor kuda putih yang sangat tua, yang ingin dipelihara sang nyonya sampai mati secara alami—karena kuda itu dibesarkannya sendiri dan selalu dipakainya, serta membangkitkan banyak kenangan indah—disimpan di ujung kandang, murni karena kebaikan hati.

Seorang bocah laki-laki berusia sekitar lima belas tahun, bernama Isidore Duval—dipanggil Zidore untuk singkatnya—bertugas merawat “pensiunan” ini, memberinya takaran gandum dan pakan di musim dingin, dan pada musim panas seharusnya memindahkan tempat gembalanya empat kali sehari agar selalu mendapat rumput segar.

Hewan itu, nyaris pincang, mengangkat kakinya yang besar di bagian lutut dan bengkak di atas kuku dengan susah payah. Bulunya, yang tak lagi disikat, tampak seperti rambut putih kusam, dan bulu matanya yang panjang memberi tatapan matanya kesan sedih.

Saat Zidore membawa piaraan itu ke padang rumput, ia harus menarik tali sekuat tenaga, karena kuda tersebut berjalan sangat lambat; bocah itu membungkuk, terengah-engah, dan mengumpat, jengkel karena harus mengurus kuda tua itu.

Para pekerja di ladang, yang menyadari kemarahan bocah itu terhadap Coco, sering sengaja membicarakan sang kuda untuk membuatnya kesal. Teman-temannya ikut mengolok-olok. Di desa, ia dijuluki “Coco-Zidore”.

Bocah itu pun naik pitam, timbul keinginan busuk untuk membalas dendam pada kuda tersebut.

Tubuh bocah itu kurus, berkaki panjang, kotor, berambut merah tebal, kasar, dan kaku. Wajahnya tampak dungu, dan ia gagap seakan-akan pikirannya terlalu tumpul untuk membentuk kata-kata.

Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Rp69.000
Lihat di Shopee
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Rp113.050
Lihat di Shopee
Alpha Romeo - Indah Hanaco
Alpha Romeo - Indah Hanaco
Rp115.000
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp84.150
Lihat di Shopee

Sejak lama ia tak mengerti mengapa Coco harus dipelihara, marah melihat “pemborosan” untuk makhluk yang tak berguna itu. Menurutnya, jika kuda itu tak lagi bisa bekerja, tidak adil rasanya binatang tersebut tetap diberi makan; apalagi gandum mahal.

Zidore sering, meski dilarang Maitre Lucas, mengurangi jatah makan kuda itu menjadi setengah. Kebencian tumbuh dalam pikirannya yang keruh dan kekanak-kanakan—kebencian seorang petani yang kikir, kejam, kasar, dan pengecut.

Saat musim panas tiba, ia harus memindahkan kuda itu ke padang rumput, yang letaknya agak jauh. Setiap pagi, dengan langkah terseret, ia berangkat sambil semakin kesal.

Para lelaki yang bekerja di ladang berteriak sambil bercanda, “Hoi, Zidore, sampaikan salamku pada Coco.”

Zidore tak menjawab; namun di perjalanan ia mematahkan sebatang ranting, dan setelah memindahkan kuda tua itu lalu membiarkannya mulai merumput, ia diam-diam menyelinap dari belakang dan mencambuk kaki kuda itu.

Hewan malang itu berusaha lari, menendang, dan menghindari pukulan, berputar-putar di sekitar tali seolah-olah berada di arena sirkus. Zidore terus mencambuk dengan garang, berlari di belakangnya, gigi terkatup karena marah.

Lalu ia pergi perlahan, tanpa menoleh, sementara sang kuda menatapnya hingga ia menghilang dari pandangan, tulang rusuknya menonjol, terengah-engah akibat usaha yang tak biasa. Baru setelah baju biru si pemuda tak terlihat lagi, ia menundukkan kepala putihnya yang kurus ke arah rumput.

Karena malam-malam kini hangat, Coco dibiarkan tidur di luar, di ladang di belakang hutan kecil. Zidore-lah satu-satunya yang datang menemuinya.

Bocah itu melemparinya batu untuk bersenang-senang. Ia duduk di tebing tanah sekitar tiga meter jauhnya, berdiam di sana setengah jam, sesekali melempar batu tajam ke arah kuda tua itu, yang tetap berdiri terikat di depan musuhnya, menatap Zidore terus-menerus dan tak berani makan sebelum bocah itu pergi.

Satu pikiran ini terus menghantui benak si bocah nakal: “Untuk apa memberi makan kuda yang sudah tak berguna?” Baginya, kuda tua itu mencuri makanan kuda-kuda lain, merampas rezeki manusia dan Tuhan, bahkan merampas haknya sendiri sebagai pekerja.

Lalu, sedikit demi sedikit, setiap hari, bocah itu mulai memendekkan panjang tali yang membolehkan kuda tersebut merumput.

Hewan yang lapar itu makin kurus, kelaparan. Terlalu lemah untuk memutus ikatannya, ia mengulurkan kepalanya ke arah rumput hijau yang segar dan menggoda, begitu dekat hingga baunya tercium, tetapi tetap terlalu jauh untuk dijangkau.

Suatu pagi Zidore mendapat ide: tidak lagi memindahkan Coco sama sekali. Ia bosan berjalan jauh demi kerangka tua itu. Namun ia tetap datang, demi menikmati dendamnya.

Hewan itu menatap Zidore cemas. Hari itu bocah tersebut tidak memukulnya. Hanya berkeliling di sekitarnya dengan tangan di saku. Zidore bahkan berpura-pura memindahkannya, tapi menancapkan patok di lubang yang sama persis, lalu pergi dengan hati puas.

Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Rp69.000
Lihat di Shopee
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Rp113.050
Lihat di Shopee
Alpha Romeo - Indah Hanaco
Alpha Romeo - Indah Hanaco
Rp115.000
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp84.150
Lihat di Shopee

Kuda itu, melihat Zidore pergi, meringkik memanggil agar bocah tersebut kembali; tapi si bajingan mulai berlari, meninggalkannya sendirian, benar-benar sendirian di ladang, terikat erat tanpa sehelai rumput pun dalam jangkauan.

Kelaparan, kuda itu mencoba menjangkau rumput yang bisa disentuh ujung hidungnya. Ia berlutut, memanjangkan leher dan bibirnya yang panjang serta berliur. Semua itu sia-sia.

Hewan tua itu menghabiskan sepanjang hari dalam usaha yang sia-sia dan menyiksa. Pemandangan hijau di sekitarnya, terbentang di segala arah, hanya memperparah perihnya rasa lapar.

Si bocah tak kembali hari itu. Ia berkeliaran di hutan mencari sarang burung.

Keesokan harinya ia kembali. Coco, kelelahan, terbaring. Saat melihat bocah itu, ia bangkit, berharap akhirnya dipindahkan.

Namun si petani kecil itu tak menyentuh palu yang tergeletak di tanah. Ia mendekat, menatap hewan itu, melemparkan segumpal tanah ke kepala kuda hingga hancur di surai putihnya, lalu pergi sambil bersiul.

Kuda itu tetap berdiri selama ia masih bisa melihat si bocah; lalu, sadar bahwa usahanya menjangkau rumput terdekat akan sia-sia, ia kembali berbaring miring dan memejamkan mata.

Hari berikutnya Zidore tidak datang.

Ketika akhirnya ia datang, Zidore mendapati Coco masih terbaring; ia sadar bahwa kuda itu telah mati.

Ia berdiri memandanginya, puas dengan perbuatannya, heran bahwa semuanya sudah berakhir. Ia menyentuhnya dengan kaki, mengangkat salah satu kakinya lalu melepaskannya kembali, duduk di atas tubuhnya, menatap ke arah rerumputan, tanpa memikirkan apa-apa.

Ia kembali ke peternakan, tetapi tidak memberitahu siapa pun tentang kejadian itu, karena ia ingin tetap bebas berkeliaran pada jam-jam yang biasanya ia gunakan untuk memindahkan tempat gembala kuda itu.

Ia pergi melihat Coco keesokan harinya. Saat ia mendekat, beberapa burung gagak terbang pergi. Lalat dalam jumlah tak terhitung berjalan di tubuhnya dan berdengung di sekelilingnya.

Ketika ia pulang, ia mengumumkan kejadian itu. Hewan itu sudah begitu tua sehingga tak seorang pun terkejut. 

Sang majikan berkata kepada dua orang pekerja, “Ambil sekop dan gali lubang di tempat dia berada.”

Mereka mengubur kuda itu di tempatnya mati kelaparan. Dan rumput tumbuh lebat, hijau, dan subur, dipupuk oleh tubuh malang itu.

Beri Rating Cerpen Ini

Silakan login untuk memberi rating pada cerpen ini.

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak cerpen klasik seperti Coco

.

Dukung Penulis/Penerjemah

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp84.150
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Macbeth - William Shakespeare
Macbeth - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp48.500
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp84.150
Lihat di Shopee
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
Macbeth - William Shakespeare
Macbeth - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee