Les Bijoux (Permata Palsu)

Terbit perdana di Gil Blas pada 27 Maret 1883
Bagian dari La Parure dan Kumpulan Cerpen Drama-Tragedi Guy de Maupassant

Guy de Maupassant Guy de Maupassant

πŸ‘οΈ 34 tayangan

MONSIEUR Lantin pertama kali bertemu dengan gadis muda itu dalam sebuah resepsi di rumah kepala departemen kedua tempatnya bekerja, dan seketika jatuh cinta padanya.

Gadis itu adalah putri seorang pemungut pajak dari provinsi, yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Bersama ibunya, si gadis pindah ke Paris, di mana ibunya, yang mulai mengenal beberapa keluarga di lingkungannya, berharap dapat menemukan suami yang layak untuk gadis itu.

Mereka hidup dengan cara yang sederhana, tetapi terhormat, lemah lembut, dan tenang. Gadis muda itu adalah tipe wanita berbudi luhur yang selalu menjadi impian setiap pria muda untuk menyerahkan kebahagiaannya.

Kecantikan sederhananya memancarkan kesan kesopanan malaikat, dan senyum tipis yang selalu menghiasi bibirnya tampak sebagai pantulan jiwa yang murni dan indah.

Pujian atasnya terdengar di mana-mana. Orang-orang selalu berkata, β€œBahagialah pria yang mendapatkan cintanya! Ia takkan menemukan istri yang lebih baik.”

Monsieur Lantin, saat itu kepala urusan di Departemen Dalam Negeri, menikmati gaji yang lumayan, 3.500 franc*, pergi melamar gadis idaman iniβ€”dan diterima.

Tak terlukiskan betapa bahagianya Monsieur Lantin dapat hidup bersama gadis itu. Istrinya pandai mengatur rumah tangga dengan cermat sehingga mereka tampak hidup mewah.

Si gadis yang telah menjadi Madame Lantin memanjakan suaminya dengan perhatian lembut dan mesra; dan pesonanya begitu besar sehingga enam tahun setelah pernikahan, Monsieur Lantin menyadari bahwa cintanya pada istri lebih dalam daripada hari-hari bulan madu mereka.

Madame Lantin hanya tidak menyukai dua hal: kegemarannya pada teater, dan selera pada perhiasan imitasi. Teman-temannya (istri beberapa pejabat kecil) sering meminjamkan kotak tiket teater, kadang untuk pertunjukan perdana.

Sebagai suami, Monsieur Lantin harus menemani, meskipun ia merasa bosan setelah seharian bekerja. Akhirnya, Monsieur Lantin meminta istrinya agar sesekali mengajak teman wanita untuk menemani ke teater, dan mengantar pulang.

Awalnya Madame Lantin menolak, tetapi setelah bujukan panjang, ia setuju, membuat sang suami amat lega.

Dengan kegemarannya pada teater, muncul pula cinta pada perhiasan dalam diri Madame Lantin. Kostumnya tetap sederhana dan sopan, tapi ia mulai mengenakan anting rhinestone besar yang berkilau, kalung mutiara imitasi, gelang emas palsu, dan sisir berhiaskan permata kaca.

Suaminya kerap menasihatinya, β€œSayang, karena kita tak mampu membeli perhiasan asli, seharusnya engkau tampil hanya dengan kecantikan dan kesopanan, itu perhiasan paling berharga.”

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Sepertiga awal cerpen ini tersedia gratis. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca sampai selesai.

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×
×