DI lembah Nis bulan sabit terkutuk yang kian menyusut bersinar tipis, merobek jalan bagi cahayanya dengan tanduk-tanduk lemahnya menembus dedaunan mematikan dari sebuah pohon upas yang besar. Dan di dalam kedalaman lembah, tempat cahaya tak menjangkau, bergerak bentuk-bentuk yang tak layak untuk disaksikan.
Subur dan busuklah rerumputan di setiap lereng, tempat sulur-sulur jahat dan tanaman merayap menjalar di antara batu-batu istana yang runtuh, melilit erat pada tiang-tiang yang patah dan monolit-monolit ganjil, serta mengangkat ubin marmer yang diletakkan oleh tangan-tangan yang terlupakan.
Cuplikan berhenti di sini. Masih ada sekitar 200 kata lagi (Β±1 menit membaca).
Mau Lanjut Baca?
Sepertiga awal cerpen ini tersedia gratis. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca sampai selesai.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.