Naskah asli novel Sanditon berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada 1817 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, Jane Austen, telah wafat pada 18 Juli 1817 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Charlotte Heywood baru beberapa hari berada di Sanditon, tetapi tempat kecil di tepi laut itu sudah memperlihatkan kepadanya berbagai macam watak manusia yang tidak kalah menarik dari kota besar mana pun. Dari jendela kamarnya di Trafalgar House, ia dapat melihat laut yang berkilauan di kejauhan, sementara di bawahnya berdiri deretan rumah baru yang setengah selesai—seolah-olah masa depan Sanditon sedang dibangun di depan matanya.
Mr. Parker, tuan rumah tempat Charlotte menginap, hampir tidak pernah berhenti berbicara tentang kemajuan tempat itu. Bagi Mr. Parker, Sanditon bukan sekadar desa pantai, melainkan sebuah harapan besar: sebuah tempat pemandian yang kelak akan menarik orang-orang terhormat dari seluruh negeri. Ia berbicara tentang udara laut yang menyehatkan, tentang rumah-rumah yang akan segera dipenuhi penyewa, dan tentang masa depan yang penuh kemakmuran.
Namun Charlotte segera menyadari bahwa Sanditon tidak hanya dihuni oleh mimpi-mimpi pembangunan. Di sana ada Lady Denham yang kaya namun perhitungan, Sir Edward Denham yang penuh ambisi, dan Clara Brereton yang lembut serta bergantung pada kemurahan hati orang lain. Setiap orang membawa harapan, kepentingan, dan rahasianya masing-masing.
Dan di tengah semua itu, Charlotte mengamati dengan tenang—menyadari bahwa di tempat sekecil ini pun, kehidupan manusia dapat menjadi sama rumitnya seperti di mana pun di dunia.
Daftar Isi
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.