Naskah asli novel The Blue Castle berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada 1926 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, L. M. Montgomery, telah wafat pada 24 April 1942 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Di usia 29 tahun, Valancy Stirling akhirnya menyadari satu kebenaran pahit: hidupnya bukan miliknya sendiri. Setiap jam, setiap keputusan, setiap helaan napas seolah harus lebih dulu mendapat persetujuan Keluarga Stirling—keluarga terhormat yang sangat bangga pada aturan, tradisi, dan penderitaan yang dibungkus kesalehan.
Ia dipanggil “Doss”, nama bayi yang terus melekat seperti ejekan halus. Ia diminta bersyukur atas hidup yang sempit, dimarahi karena imajinasi, dan diperingatkan bahwa kebahagiaan berlebihan adalah tanda moral yang rapuh. Valancy mendengarkan semuanya dengan senyum sopan, sambil diam-diam membangun sebuah istana biru di kepalanya—tempat ia bebas, berani, dan dicintai tanpa syarat.
Lalu dokter berkata dengan suara datar bahwa jantungnya akan berhenti suatu hari nanti, mungkin lebih cepat dari yang ia bayangkan.
Anehnya, Valancy tidak menangis. Di hadapan kematian, ketakutannya justru runtuh. Jika hidupnya singkat, mengapa harus terus dijalani sebagai hukuman? Jika ajal sudah menunggu, mengapa ia tak boleh hidup sekali saja—sebenar-benarnya hidup?
Hari itu, Valancy Stirling berhenti menjadi gadis patuh keluarga terhormat. Ia mulai mengatakan kebenaran. Ia mulai memilih. Dan tanpa disadari siapa pun, ia melangkah menuju Blue Castle yang selama ini hanya berani ia kunjungi dalam mimpi.
Daftar Isi
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!








Silakan login untuk meninggalkan komentar.