Deux Amis (Dua Sahabat)

Terbit perdana di majalah Gil Blas pada 5 Februari 1883
Bagian dari Deux Amis dan Kumpulan Cerpen Perang Guy de Maupassant

Guy de Maupassant Guy de Maupassant

👁️ 31 tayangan

PARIS yang terkepung sedang berada dalam cengkeraman kelaparan. Bahkan burung pipit di atap dan tikus-tikus di selokan mulai langka. Orang memakan apa saja yang bisa mereka temukan.

Monsieur Morissot, seorang pembuat jam dan pengangguran sementara waktu, sedang berjalan santai di sepanjang boulevard pada suatu pagi cerah di bulan Januari, kedua tangannya dimasukkan ke saku celana, perut kosong, ketika tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang kenalan — Monsieur Sauvage, kawan memancingnya.

Sebelum perang meletus, setiap Minggu pagi Monsieur Morissot terbiasa berangkat dengan sebuah joran bambu di tangan dan kotak timah di punggungnya. Ia naik kereta ke Argenteuil, turun di Colombes, lalu berjalan menuju Île Marante. Begitu sampai di tempat impiannya itu, ia langsung memancing dan tak berhenti hingga malam tiba.

Setiap Minggu ia bertemu di tempat yang sama dengan Monsieur Sauvage, seorang pria pendek, gemuk, periang, pemilik toko kain di Rue Notre Dame de Lorette, dan juga seorang pemancing yang bersemangat. Mereka kerap menghabiskan setengah hari duduk berdampingan, joran di tangan dan kaki menjuntai di atas air. Dari kebiasaan itu tumbuhlah persahabatan yang hangat di antara mereka.

Ada hari-hari ketika mereka tak saling bicara; di lain waktu mereka mengobrol. Namun tanpa kata pun, mereka saling memahami karena memiliki selera dan perasaan yang serupa.

Di musim semi, sekitar pukul sepuluh pagi, ketika matahari pagi membuat kabut tipis melayang di atas air dan hangatnya membelai punggung dua pemancing antusias itu, Monsieur Morissot kadang berkata pada temannya, “Wah, enak sekali di sini.”

Yang lain menjawab, “Aku tak bisa membayangkan tempat yang lebih baik dari ini!”

Beberapa kata itu saja sudah cukup membuat mereka saling mengerti dan saling menghargai.

Di musim gugur, menjelang senja, saat matahari terbenam memercikkan cahaya merah darah di langit barat dan bayangan awan kemerahan mewarnai seluruh permukaan sungai, memberi rona hangat pada wajah kedua sahabat, serta memandikan pepohonan — yang daunnya mulai berubah karena gigitan dingin musim dingin pertama — dalam cahaya emas, Monsieur Sauvage kadang tersenyum pada Monsieur Morissot dan berkata, “Pemandangan yang luar biasa, bukan?”

Monsieur Morissot akan menjawab, tanpa mengalihkan pandangan dari pelampungnya, “Ini jauh lebih indah daripada boulevard, bukan?”

Begitu saling mengenali, mereka berjabat tangan erat, terharu karena bertemu dalam keadaan yang begitu berbeda.

Monsieur Sauvage menghela napas pelan. “Masa-masa ini sungguh menyedihkan!”

Monsieur Morissot menggelengkan kepala dengan muram. “Dan cuacanya! Ini hari cerah pertama di tahun ini.”

🔒

Lanjutkan Membaca?

Maaf, cerpen Pilihan Editor ini hanya terbuka sebagian untuk pengunjung tamu. Buat akun Reader untuk membaca lebih banyak.

💝 Dukung penerjemahan novel ini

Dukung KlikNovel memberikan terjemahan terbaik untuk Deux Amis (Dua Sahabat) dan cerpen klasik lainnya.

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×
×