A Study in Scarlet

BAGIAN II: Negeri Orang-Orang Suci

Bab 3 – John Ferrier Berbicara dengan Sang Nabi

πŸ‘οΈ 0 tayangan

TIGA minggu telah berlalu sejak Jefferson Hope dan rekan-rekannya berangkat meninggalkan Salt Lake City.

Hati John Ferrier terasa perih di dalam dadanya setiap kali ia memikirkan kembalinya pemuda itu kelak, serta kehilangan yang tak terelakkan atas anak angkatnya. Namun wajah Lucy yang cerah dan bahagia mendamaikan batinnya jauh lebih ampuh daripada dalil atau pertimbangan apa pun yang dapat diajukan.

Sejak dahulu, di kedalaman hatinya yang teguh dan keras kepala, ia telah menetapkan bahwa tak ada satu pun kuasa di dunia ini yang akan membujuknya untuk membiarkan putrinya menikah dengan seorang Mormon. Perkawinan semacam itu, dalam pandangannya, bukanlah perkawinan sama sekali, melainkan suatu aib dan kehinaan.

Apa pun penilaiannya terhadap ajaran-ajaran Mormon, pada satu perkara itu ia tak tergoyahkan. Namun demikian, ia terpaksa menyegel mulutnya rapat-rapat tentang hal tersebut, sebab menyatakan pendapat yang tidak ortodoks merupakan perkara yang berbahaya pada masa itu di Tanah Orang-Orang Suci.

Ya, suatu perkara yang berbahayaβ€”sedemikian berbahayanya sehingga bahkan mereka yang paling saleh pun hanya berani membisikkan pandangan keagamaannya dengan napas tertahan, lestari sesuatu yang terlepas dari bibir mereka disalahartikan dan mendatangkan balasan yang cepat serta kejam.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×