A Study in Scarlet

BAGIAN II: Negeri Orang-Orang Suci

Bab 5 – Para Malaikat Pembalas

πŸ‘οΈ 0 tayangan

SEPANJANG malam arah perjalanan mereka membelah celah-celah pegunungan yang berliku dan melintasi jalur-jalur tak teratur yang berserak batu. Lebih dari sekali mereka tersesat, tetapi pengetahuan Hope yang amat mendalam mengenai pegunungan itu memungkinkan mereka menemukan kembali jejak yang benar.

Ketika fajar menyingsing, terhamparlah di hadapan mereka suatu pemandangan yang memesona, sekalipun liar dan buas. Ke segala penjuru, puncak-puncak raksasa yang diselimuti salju mengepung mereka, saling mengintip dari balik bahu satu sama lain hingga ke garis cakrawala yang jauh.

Tebing-tebing batu di kiri dan kanan demikian terjalnya, sehingga larch dan pinus tampak seolah-olah tergantung tepat di atas kepala mereka, dan hanya menunggu satu embusan angin untuk meluncur jatuh menerpa mereka.

Dan ketakutan itu bukanlah semata ilusi, sebab lembah tandus itu dipenuhi batang-batang pohon dan bongkahan batu yang telah runtuh dengan cara serupa. Bahkan ketika mereka sedang melintas, sebuah batu besar meluncur turun dengan gemuruh parau yang membangkitkan gema di ngarai-ngarai sunyi dan membuat kuda-kuda yang lelah itu terlonjak lari.

Tatkala matahari perlahan terbit dari ufuk timur, pucuk-pucuk gunung besar itu menyala satu demi satu, laksana lampu-lampu pada suatu perayaan, hingga semuanya menjadi kemerah-merahan dan bercahaya. Tontonan yang agung itu menyemangati hati ketiga buronan tersebut dan memberi mereka tenaga baru.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×