Rekomendasi
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
The Age of Innocence - Edith Wharton
The Age of Innocence - Edith Wharton
Lihat Buku
Rekomendasi
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
Lihat Buku

Bagian 2 – Api Cemburu Mrs. Dunstan

• Little White Souls •

👁️ 4 tayangan

“AKU tak kenal yang pria, tapi wanitanya adalah Mrs. Lawless sendiri. Suaminya masih di mess waktu itu—Andrew meninggalkannya di meja. Saat Andrew pulang, dia melihat Mrs. Lawless di kebunnya, larut malam, berjalan bersama pria asing—tinggi, agak berisi, dan kata Andrew, mirip sekali dengan Kolonel.”

“Omong kosong! Charlie sudah pulang dari mess pukul sebelas,” sahut Mrs. Dunstan kesal. “Kalau kau menyebar cerita begitu, Miss MacQuirk, jangan seret-seret nama suamiku, atau kau bisa celaka.”

“Ah, baiklah, Mrs. Dunstan. Aku hanya bilang pria itu mirip Kolonel. Pasti dia ada di mess atau di rumah waktu itu. Andrew pulang pukul setengah sebelas. Tapi tetap saja tak patut Mrs. Lawless berjalan-jalan di kebun pada jam segitu, apalagi dengan pria lain. Rasanya Mr. Lawless perlu diberitahu soal ini.”

“Kalau boleh kusarankan, jangan kau yang melakukan itu,” jawab Ethel ketus. “Jack Lawless terkenal pemarah di kalangan pria. Aku tak yakin dia akan mengampuni orang yang berusaha menodai nama istrinya, biar perempuan sekalipun.”

“Eh, Mrs. Dunstan, siapa yang bicara soal menodai nama baiknya? Kupikir tak banyak yang bisa dicemarkan darinya, kasihan, dan berdosa rasanya bila masih dirampas pula.

“Tapi memang mengerikan melihat betapa wajah cantik lebih dihargai daripada perbuatan baik. Itu cukup membuat orang jujur bersyukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan mereka dari godaan musuh. Nah, selamat pagi, Mrs. Dunstan. Aku masih punya beberapa kunjungan lagi sebelum tiffin.”

Begitulah si penyebar gosip tua itu meninggalkan istri Kolonel, dalam keadaan hati yang gelisah seperti yang kita temui tadi.

Tentu saja, bila gosip itu tak lebih benar daripada cerita Miss MacQuirk yang lain, Ethel Dunstan akan menertawakan dan melupakannya. Namun kali ini, ada sedikit kemungkinan kebenaran di dalamnya—cukup untuk memberi warna pada kecurigaannya.

Sebab Mrs. Lawless memang bukan perempuan yang bisa dipandang, bahkan oleh suami paling setia sekalipun, tanpa membangkitkan minat. Dan Kolonel Dunstan, yang tak pernah berniat jahat, telah mengungkapkan kekagumannya secara terang-terangan.

Rekomendasi
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku

Perempuan itu memang makhluk memesona, lincah, seakan peri, baru berusia dua puluh tiga, masih dalam puncak masa muda dan kecantikannya, namun cukup berpengalaman tentang dunia untuk menjadikannya teman yang memikat.

Kulitnya sehalus kelopak mawar, seputih susu; matanya besar, jernih, berwarna cokelat hazel; hidungnya mungil, bibirnya manis, rambutnya cokelat keemasan. Bayangkan saja, seorang wanita demikian tiba-tiba mendarat di pos sepi, kering, membosankan seperti Mudlianah, di tengah sekitar dua puluh perwira Inggris yang mudah terbakar.

Itu sama saja seperti menembakkan senapan mitraliur ke tengah mereka—kerusakannya sama parahnya. Semua langsung terpikat sejak pandangan pertama, dan keadaan benar-benar tak tertolong lagi sebelum seminggu berlalu.

Padahal, Mrs. Lawless sangat setia pada suaminya, Jack. Ia tak punya mata ataupun pikiran selain untuk suaminya.

Namun, seperti lazimnya seorang suami, Jack sedikit terbiasa dengan pesona istrinya, dan Cissy pun menggoda perwira lainnya tanpa pandang bulu, membagi senyumnya pada semuanya, dari Kolonel hingga perwira rendahan.

Tak heran para istri di resimen 145 menyambutnya dingin. Mana mereka bisa menebak isi hatinya yang benar-benar seluruhnya tercurah pada Jack?

Yang mereka lihat hanyalah wajah cantik yang selalu tersenyum, lalu membandingkannya dengan wajah mereka sendiri yang mulai pudar. Maka mereka pun yakin tak ada lelaki yang mampu menolak pesona Cissy Lawless, dan kecemburuan pun merajalela di resimen itu.

Ethel Dunstan sebenarnya tak punya alasan takut kehilangan cinta suaminya. Ia tahu betul Kolonel mencintainya sepenuh hati, telah membuktikannya bertahun-tahun dengan kesetiaan.

Akan tetapi bila seorang perempuan sudah cemburu pada yang lain, ia lupa segalanya—yang ada hanya rasa takut kehilangan.

Maka pagi itu Kolonel makin gusar ketika pulang dari tugas, mendapati istrinya pucat dan murung, apalagi mendengar jawaban ketus yang ia lontarkan pada pertanyaan-pertanyaan penuh kasih.

“Sayangku, kau tidak enak badan?” tanyanya.

“Baik-baik saja, terima kasih; setidaknya sebaik yang mungkin bisa dialami di lubang seperti Mudlianah ini. Charlie! kau ke mana saja pagi ini?”

Rekomendasi
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku

“Ke mana lagi, Sayang? Ke mess dan barak, tentu saja! Memangnya ke mana lagi aku bisa pergi?”

“Banyak rumah yang bisa kau kunjungi, kurasa. Jangan pura-pura bosan! Bukankah semalam kau juga sempat mampir, kalau aku tidak keliru?”

“Semalam? Maksudmu setelah mess? Aku hanya ikut Jack Lawless pulang sebentar.”

“Kau pulang dengan Mr. Lawless?”

“Ya; atau lebih tepatnya—dia tidak pulang persis bersamaku, tapi datang tak lama setelahnya.”

“Sudah tentu istrinya sudah tidur?”

“Oh tidak, dia belum tidur. Malah segar sekali. Kami mengobrol lama.”

“Itu sudah kudengar! Di kebun,” kata Mrs. Dunstan tajam.

“Ya! Apa salahnya?” jawab sang suami. “Kami bicara soal urusan penting. Ada apa, Ethel, sayangku? Pagi ini kau sama sekali bukan dirimu yang biasa.”

Namun satu-satunya jawaban yang diberikan Mrs. Dunstan hanyalah dengan tiba-tiba bangkit dan meninggalkan ruangan. Ia bukan tipe perempuan yang berani mengungkapkan dengan terus terang perasaannya pada sang suami.

Ia berpikir—dan mungkin benar—bahwa menyentuh secara terbuka persoalan yang begitu halus seperti penyimpangan dari kewajiban pernikahan, hanya akan menambah api pada bara. Tapi ia menderita hebat, dan dalam keadaan jiwanya yang gelisah, sikap terbuka Kolonel Dunstan justru terasa seperti memperburuk kesalahannya.

Dia terlalu jujur untuk menipuku, pikirnya getir. Maka dia akan berlindung di balik kejujuran yang pura-pura. Dia mengaku mengagumi perempuan itu, dan akan memberitahuku setiap kali dia ke sana, lalu dia akan berkata—‘Bagaimana mungkin kau mencurigai niat burukku kalau aku begitu terbuka padamu?’

Urusan bisnis, katanya! Seakan-akan dia punya urusan apa dengan boneka seperti Mrs. Lawless. Betapa memalukan perempuan itu menggoda lelaki beristri dengan cara tak tahu malu seperti itu.

Little White Souls Bab 2 / 9
Little White Souls
Sisa 3 bab lagi yang bisa kamu baca tanpa membuat akun KlikNovel.
Progres Zona Bebas: 40%

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti Little White Souls.

Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 4 - Karl May
Winnetou 4 - Karl May
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
The Age of Innocence - Edith Wharton
The Age of Innocence - Edith Wharton
Lihat Buku
Rekomendasi
Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Lihat Buku
Rekomendasi
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
×
×