Bagian 8 – Hantu Perempuan Inggris Perebut Bayi
“RAMBUT kelabu, katanya! Banyak pria yang sudah beruban di umur tiga puluh. Dan aku sering dengar dulu dia dijuluki ‘Handsome Charlie’ saat pertama masuk dinas!”
Namun protes Ethel yang penuh amarah tidak didengar Cissy Lawless lagi. Ia sudah masuk ke kamarnya dan tidak keluar sampai akhirnya kereta membawanya kembali ke Mudlianah.
Begitu tamunya benar-benar pergi, Ethel justru merasa sangat kesepian dan nelangsa. Ia tidak setegar seperti yang ia perlihatkan, dan sadar telah membiarkan cemburunya meledak dalam cara yang jauh dari sikap seorang wanita terhormat—sesuatu yang pasti akan membuat Charlie murka ketika mendengarnya.
Maka, di antara amarah dan putus asa, sore dan malam itu ia habiskan dengan tangis histeris, keluh kesah, dan kegelisahan. Semua kelelahan dan ketakutan, ditambah lagi cerita-cerita seram yang baru didengarnya, akhirnya benar-benar mendatangkan musibah yang sudah diperingatkan Mrs. Lawless.
Tengah malam, Ethel terpaksa memanggil Dye karena sakitnya, dan dua perempuan ketakutan itu hanya makin menakut-nakuti satu sama lain. Saat fajar menyingsing, seorang bayi mungil lahir ke dunia—dua bulan lebih cepat dari seharusnya, tanpa persiapan apa pun, karena semua perlengkapan ada di Mudlianah.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!














Silakan login untuk meninggalkan komentar.