Naskah asli novel Wuthering Heights berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan lebih dari 50 tahun lalu dan penulisnya, Emily Brontë, telah wafat lebih dari 70 tahun lalu, sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Di dataran tinggi Yorkshire, di tengah angin yang tak pernah jinak, berdiri sebuah rumah batu bernama Wuthering Heights. Di sanalah gairah, dendam, dan cinta yang tak pernah belajar untuk jinak tumbuh dan membusuk bersamaan. Heathcliff—anak gelap yang datang tanpa asal-usul—diterima, dicemooh, dicintai, lalu dihancurkan oleh rumah itu sendiri. Catherine Earnshaw mencintainya dengan cara yang melampaui akal sehat dan moral, cinta yang bukan sekadar perasaan, melainkan identitas: “Aku adalah Heathcliff,” katanya, seolah memutus batas antara diri dan yang lain.
Namun dunia menuntut pilihan. Catherine memilih pernikahan yang aman dan terhormat, sementara Heathcliff memilih pergi—dan kembali sebagai kekuatan balas dendam yang dingin dan tak terhindarkan. Apa yang tersisa bukanlah kisah cinta yang mengharukan, melainkan pusaran kehancuran yang menelan dua generasi, meracuni rumah, tanah, dan ingatan.
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!









Silakan login untuk meninggalkan komentar.