The Honourable Gentleman and Others
Naskah asli cerita-cerita dalam antologi The Honourable Gentleman and Others berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada 1919 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, Achmed Abdullah, telah wafat pada 12 Mei 1945 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Di ruang tamu yang redup itu, si lelaki terhormat duduk tanpa bergerak, seolah waktu telah meninggalkannya. Lampu minyak bergetar pelan, memantulkan bayangan yang menari di wajahnya yang tenang—terlalu tenang untuk seorang yang baru saja membuat keputusan besar. Di luar, hujan turun tanpa ampun, menghapus jejak siapa pun yang mungkin datang atau pergi malam itu.
Ia mengangkat cangkir tehnya, tetapi tak meminumnya. Ada sesuatu yang lebih pahit dari minuman itu, sesuatu yang tak bisa ia telan begitu saja. Dalam keheningan, ia mendengar kembali suara-suara masa lalu: janji yang diucapkan, pengkhianatan yang disembunyikan, dan kebenaran yang tak pernah sepenuhnya terungkap.
Ketika pintu diketuk, ia tidak terkejut. Ia telah menunggu. “Masuklah,” katanya, suaranya datar namun pasti.
Pintu terbuka perlahan, dan seorang tamu yang basah kuyup berdiri di ambang. Mata mereka bertemu, dan dalam sekejap, semua kepura-puraan runtuh.
Malam itu bukan tentang kehormatan. Itu tentang harga yang harus dibayar untuk mempertahankan ilusi kehormatan itu sendiri.
Daftar Cerita
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.