Bab 11 – Para Penghuni Pondok
KARENA kini aku hanya memiliki satu murid tetap—meskipun ia berhasil memberiku kesulitan sebanyak tiga atau empat murid biasa, dan meskipun saudara perempuannya masih mengambil pelajaran bahasa Jerman dan melukis—aku memiliki jauh lebih banyak waktu luang daripada yang pernah kumiliki sejak aku memikul tugas sebagai pengasuh.
Waktu luang itu sebagian kugunakan untuk berkirim surat dengan teman-temanku, sebagian untuk membaca, belajar, dan berlatih musik serta bernyanyi, dan sebagian lagi untuk berjalan-jalan di taman atau ladang sekitar, bersama murid-muridku jika mereka menginginkan, atau sendirian jika tidak.
Sering kali, ketika mereka tidak memiliki kegiatan lain yang lebih menyenangkan, Misses Murray menghibur diri dengan mengunjungi para penghuni pondok miskin di tanah milik ayah mereka, untuk menerima penghormatan yang menyanjung dari mereka, atau mendengarkan cerita-cerita lama serta kabar gosip dari para perempuan tua yang gemar berceloteh; atau mungkin untuk menikmati kesenangan yang lebih murni dengan membuat orang-orang miskin itu bahagia melalui kehadiran mereka yang menghibur serta pemberian kecil yang sesekali mereka berikan—yang begitu mudah diberikan, dan diterima dengan penuh rasa syukur.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 6). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel Agnes Grey sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.