Naskah asli novel Agnes Grey berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada Desember 1847 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, Anne Brontë, telah wafat pada 28 Mei 1849 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Aku tidak dapat mengatakan bahwa hidupku di Horton Lodge memberiku kebahagiaan; tetapi di tengah kesepian itu, aku belajar memahami diriku sendiri. Tidak ada sahabat yang dapat kupercaya, tidak ada hati yang dapat kutuangkan isi pikiranku, selain diriku sendiri dan Tuhan.
Hari-hari berlalu dengan tugas yang monoton, di antara murid-murid yang tidak peduli dan pergaulan yang tidak pernah benar-benar menerimaku sebagai bagian dari mereka. Namun, di sela-sela itu, ada saat-saat hening yang memberiku kekuatan—ketika aku berjalan sendiri di ladang, atau duduk membaca, atau sekadar memandang langit yang luas.
Dalam keheningan itulah pikiranku berkembang, dan hatiku, meskipun sering terluka, tidak sepenuhnya mengeras. Aku belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari perhatian orang lain, melainkan dari kesadaran akan apa yang benar dan dari keteguhan untuk menjalaninya.
Dan meskipun aku sering merasa lemah, aku tetap berpegang pada keyakinan bahwa suatu hari nanti, jika bukan kebahagiaan besar, setidaknya ketenangan akan menjadi milikku.
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.