20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
Rp79.000
Lihat di Shopee
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Rp49.500
Lihat di Shopee
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp117.800
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp69.000
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Rp88.000
Lihat di Shopee

Bagian 1 — Aroma Pendudukan di Rouen

• Boule de Suif •

👁️ 13 views

SUDAH berhari-hari, sisa-sisa tentara Prancis yang tercerai-berai melintasi kota seperti arak-arakan bayangan. Mereka bukan lagi pasukan, melainkan gerombolan lelah tanpa tujuan. Janggut mereka panjang, dekil, seragam compang-camping, dan mereka melangkah pelan, tanpa panji, tanpa kesatuan.

Tak ada gairah, tak ada tekad—mereka hanya berjalan karena kebiasaan. Begitu berhenti, mereka langsung tumbang oleh keletihan. Mereka bukan lagi tentara, tapi rakyat biasa yang dipersenjatai, dipaksa mengusung senapan lebih berat dari harapan mereka sendiri.

Sesekali terlihat sekelompok kecil yang masih waspada—mudah tersulut semangat, tapi juga gampang panik. Di tengah barisan kacau itu, muncul beberapa celana merah—sisa dari divisi yang porak-poranda di pertempuran besar.

Ada pula para penembak artileri yang kelam dan murung, ikut menyatu dalam kerumunan yang tampak seperti bayangan kejayaan masa lalu. Kadang-kadang, seorang dragoon yang terpisah dari kudanya terlihat tertatih mengikuti langkah pasukan, helmnya masih berkilau, tetapi semangatnya telah kusam.

Lalu datanglah rombongan “penembak bebas”, dengan nama-nama mencolok seperti “Penuntut Balas Kekalahan”, “Warga Makam”, dan “Pengantin Maut”.

Mereka lebih menyerupai perampok daripada patriot. Para pemimpinnya adalah bekas pedagang kain, penjaja biji-bijian, atau mantan juragan sabun—sosok-sosok yang terlahir jadi prajurit karena keadaan, bukan karena keberanian.

Mereka berbicara dalam nada tinggi dan penuh gaya, berseru seolah memikul beban Prancis sendirian di bahu mereka yang licin oleh medali dan selempang palsu. Padahal diam-diam, mereka sendiri takut pada anak buahnya—para napi yang pada awalnya memang nekat dan berani, tapi kemudian berubah menjadi perampok dan pemabuk.

Desas-desus menyebar: Prusia akan segera menduduki Rouen.

Garda Nasional yang selama dua bulan sibuk menyisir hutan di sekitar kota—kadang-kadang malah menembak rekan mereka sendiri karena panik—kini telah kembali ke rumah. Senjata, seragam, dan seluruh perlengkapan yang sebelumnya membuat mereka begitu bangga telah lenyap entah ke mana.

Gelombang terakhir tentara Prancis menyusuri tepi Sungai Seine, menyeberang ke Jembatan Audemer lewat Saint-Sever dan Bourg-Achard. Di baris paling belakang, berjalan kaki di antara dua perwira, tampak sang jenderal—wajahnya pucat, matanya kosong. Tak mampu lagi berbuat apa-apa menghadapi kekacauan yang menelan tentaranya, bangsa yang dulu terbiasa menang, kini terpuruk dalam kekalahan yang memalukan.

Lalu sunyi turun ke kota—bukan sunyi biasa, melainkan hening yang mencekam. Seperti jeda sebelum gempa. Warga yang terbiasa berdagang dan menumpuk emas kini duduk gelisah di rumah, khawatir tusukan daging mereka atau pisau dapur akan disangka senjata.

Segalanya membeku. Toko-toko tutup, jalan-jalan sepi. Sesekali ada satu dua orang yang menyelinap cepat di sepanjang tembok, seperti bayangan yang takut pada bayangannya sendiri. Mereka begitu tersiksa menunggu, hingga diam-diam berharap: sebaiknya musuh datang saja, secepatnya.

Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Rp79.600
Lihat di Shopee
Lassie Come Home - Eric Knight
Lassie Come Home - Eric Knight
Rp51.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Rp36.500
Lihat di Shopee
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
Rp46.500
Lihat di Shopee
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Rp52.500
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp119.000
Lihat di Shopee

Sore keesokan harinya, datanglah beberapa uhlan—pasukan berkuda Prusia—melintas seperti angin, entah dari arah mana. Tak lama kemudian, massa hitam bergerak menuruni bukit Saint-Catherine, diikuti dua kelompok lain lewat jalan Darnétal dan Bois-Guillaume.

Ketiga barisan itu bertemu di lapangan Hôtel de Ville. Dari segala penjuru kota, pasukan Jerman terus berdatangan, memenuhi jalanan dengan langkah keras yang seragam dan tak kenal ampun.

Suara perintah dalam bahasa asing yang serak dan patah-patah bergema sampai ke rumah-rumah yang tertutup rapat. Di balik jendela-jendela yang digelapkan, mata-mata mengintai diam-diam: menatap para pemenang yang kini menguasai segalanya—kota, harta, bahkan nyawa.

Di dalam rumah, orang-orang merasa seperti menghadapi bencana alam. Rasa takut itu tak bisa dilawan, tak bisa dinegosiasi

Setiap kali tatanan yang kita kenal hancur, ketika hukum dan logika manusia runtuh di hadapan kekuatan brutal yang membabi buta, kita hanya bisa gemetar. Gempa bumi yang merobohkan rumah, banjir yang menyeret petani dan ternak, atau pasukan bersenjata yang membantai atas nama Tuhan—semuanya sama mengerikannya.

Dan seperti biasa, setelah invasi datanglah masa pendudukan. Pasukan mulai mengetuk setiap pintu, lalu masuk ke rumah-rumah. Tugas kaum yang kalah pun dimulai: bersikap ramah pada penakluk mereka.

Seiring waktu, rasa takut awal mulai mereda, digantikan dengan semacam ketenangan yang lebih menyerah daripada pasrah. Di banyak rumah, perwira Prusia mulai ikut makan bersama keluarga. Kadang mereka sopan, bahkan pura-pura menyesal atas perang ini. Beberapa menyatakan tak enak hati harus menduduki Prancis. Warga yang mendengarnya merasa lega, bersyukur atas kebaikan kecil itu—karena siapa tahu, suatu hari mereka butuh perlindungan si perwira.

Dengan melayani mereka dengan baik, mungkin saja jumlah serdadu yang harus diberi makan akan berkurang. Dan mengapa menyinggung orang yang kini memegang kendali penuh atas nasibmu? Bersikap ramah di sini bukan soal keberanian, tapi kecerdasan bertahan.

Begitulah, orang-orang Rouen yang dulu dikenal heroik kini telah belajar caranya menunduk.

Lama-lama, kota pun kembali pada wajah lamanya. Warga Prancis jarang terlihat, sementara tentara Prusia memenuhi jalanan dengan gerutu.

Para perwira pasukan Hussar Biru, dengan pedang besar yang memantul di batu jalan, berlenggang seenaknya seperti dulu para pemburu bangsawan yang minum anggur di kafe. Mereka tak lebih menghina rakyat daripada kaum elite Prancis sebelumnya.

Namun di udara, sesuatu telah berubah. Ada aroma aneh yang tak terlihat, tapi terasa menyengat—aroma pendudukan. Ia menyusup ke dinding rumah dan warung makan, mengubah rasa roti, membuat segalanya terasa asing. Seolah kita sedang berada di negeri jauh, di tengah suku liar yang tak kenal belas kasihan.

Penakluk meminta uang—banyak uang. Dan warga membayarnya, sebab mereka mampu. Namun makin kaya orang Normandia, makin sakit hati rasanya ketika koin emas berpindah tangan.

Beberapa kilometer dari kota, menyusuri sungai menuju Croisset, Dieppedalle, atau Biessart, para nelayan dan pelaut kerap menemukan tubuh tentara Jerman yang mengambang—masih berseragam, membengkak, dan diam membisu di dasar sungai. Ada yang ditikam, ada pula yang tengkoraknya dihantam batu, atau didorong dari jembatan tinggi ke arus yang dingin.

Lumpur dasar sungai menyimpan kisah-kisah balas dendam yang tak dikenal sejarah: liar, diam, tapi sah adanya. Serangan diam-diam ini jauh lebih berani dari perang yang gemilang, namun tanpa sorak sorai, tanpa medali.

Sebab kebencian pada penjajah selalu melahirkan keberanian—meski hanya dari segelintir orang yang siap mati demi gagasan.

Akses Terjemahan Gratis

Kamu hanya bisa membaca 1 bab lagi. Silakan buat akun KlikNovel untuk mengakses semua 13 bab secara GRATIS!

2 bab gratis13 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Boule de Suif karya Guy de Maupassant ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Rp69.000
Lihat di Shopee
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Rp37.500
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.750
Lihat di Shopee
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
Rp36.750
Lihat di Shopee
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
Rp46.500
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Rp80.000
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
Rp33.750
Lihat di Shopee
The Gladiator - Indah Hanaco
The Gladiator - Indah Hanaco
Rp110.000
Lihat di Shopee
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Rp42.750
Lihat di Shopee