Bagian 5 β Keranjang Makanan Kosong
MASALAH yang agak memalukan muncul saat mereka membuka botol pertama anggur Bordeauxβternyata, mereka hanya punya satu cangkir. Jadi, cangkir itu berpindah tangan setelah setiap orang mencicipinya. Hanya Cornudet yang, barangkali demi sopan santun, dengan sengaja menyentuhkan bibirnya pada bekas lembap yang ditinggalkan tetangganya yang jelita.
Dikelilingi orang-orang yang sedang makan dan dicekik oleh aroma makanan yang menggoda, Comte dan Comtesse de BrΓ©ville, juga Madame dan Monsieur CarrΓ©-Lamadon, mulai merasakan siksaan keji yang membuat nama Tantalus begitu terkenal. Tiba-tiba, istri muda sang industrialis menghela napas panjang yang membuat semua kepala menoleh. Wajahnya pucat seperti salju di luar jendela, matanya terpejam, kepalanya terkulaiβdia pingsan.
Suaminya yang panik segera meminta pertolongan dari siapa pun yang bisa membantu. Semua kalut, hingga si kakak dari dua biarawati itu sigap menopang kepala sang istri muda dan menyelipkan cangkir milik Boule de Suif ke bibirnya, memaksanya meneguk beberapa tetes anggur.
Si mungil yang anggun itu siuman, membuka mata, tersenyum tipis, dan dengan suara lemah berbisik bahwa ia merasa jauh lebih baik. Untuk mencegah serangan pingsan terulang, si kakak biarawati bersikeras agar ia menenggak segelas penuh Bordeaux, sambil berkata, βIni cuma karena lapar, tidak lebih.β
Boule de Suif, yang wajahnya memerah karena canggung, lalu memandang para penumpang lain yang juga belum makan, dan dengan suara gugup berkata, βAstagaβ¦ kalau saja saya berani menawarkan sesuatu kepada para tuan dan nyonya…β Ia terdiam, seolah takut akan ditolak atau malah dihina.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.