Bagian 10 β Bujukan Penuh Siasat
KEESOKAN paginya, mereka turun dengan wajah letih dan hati yang penuh jengkel. Para wanita hampir tak bicara sepatah kata pun kepada Boule de Suif.
Lonceng gereja mulai berdentangβada upacara pembaptisan.
Di suatu tempat di pedesaan Yvetot, Boule de Suif memiliki seorang anak yang ia titipkan pada keluarga petani. Sudah setahun ia tak melihatnya, bahkan tak sempat memikirkannya.
Suara lonceng itu, gaung sakralnya, tiba-tiba menggugah sesuatu yang hangat dan tak terduga dalam hatinyaβkelembutan mendadak yang mengguncang, melambungkan pikirannya pada bayangan anak itu. Ia mendadak ingin sekali menghadiri pembaptisan itu.
Begitu ia pergi, para penumpang lain saling melirik, lalu dengan cepat mendekatkan kursi. Sudah saatnya, pikir mereka, untuk mengambil keputusan. Loiseau, dengan semangat licik khasnya, mengusulkan sesuatu yang βbrilianβ: biarkan Boule de Suif saja yang tertahan, kita yang lain jalan duluan.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.