Boule de Suif

Bagian 10 β€” Bujukan Penuh Siasat

πŸ‘οΈ 6 tayangan

KEESOKAN paginya, mereka turun dengan wajah letih dan hati yang penuh jengkel. Para wanita hampir tak bicara sepatah kata pun kepada Boule de Suif.

Lonceng gereja mulai berdentangβ€”ada upacara pembaptisan.

Di suatu tempat di pedesaan Yvetot, Boule de Suif memiliki seorang anak yang ia titipkan pada keluarga petani. Sudah setahun ia tak melihatnya, bahkan tak sempat memikirkannya.

Suara lonceng itu, gaung sakralnya, tiba-tiba menggugah sesuatu yang hangat dan tak terduga dalam hatinyaβ€”kelembutan mendadak yang mengguncang, melambungkan pikirannya pada bayangan anak itu. Ia mendadak ingin sekali menghadiri pembaptisan itu.

Begitu ia pergi, para penumpang lain saling melirik, lalu dengan cepat mendekatkan kursi. Sudah saatnya, pikir mereka, untuk mengambil keputusan. Loiseau, dengan semangat licik khasnya, mengusulkan sesuatu yang β€œbrilian”: biarkan Boule de Suif saja yang tertahan, kita yang lain jalan duluan.

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×