Bagian 9 β Kembali Tertunda
SORE itu muram, menyedihkan. Tak seorang pun dari mereka bisa memahami apa sebenarnya yang diinginkan si perwira Prusia itu. Begitu aneh, begitu sewenang-wenang.
Pikiran-pikiran paling aneh mulai berkeliaran dalam benak mereka, masing-masing membayangkan skenario yang makin lama makin menyeramkan. Mungkin mereka akan dijadikan sandera. Tapi untuk apa? Atau dijadikan tawanan? Atau, jangan-jangan, dimintai tebusan dalam jumlah besar?
Dan begitu muncul bayangan soal uang, panik pun mulai menggelayuti. Yang paling kaya justru yang paling pucat ketakutanβsudah bisa membayangkan diri mereka terpaksa menyerahkan emas demi keselamatan.
Mereka mulai mencari-cari alasan, menyiapkan kebohongan untuk pura-pura miskin. Loiseau, dengan gugup, melepas rantai arloji dan menyembunyikannya dalam saku celana.
Senja datang pelan-pelan, dan kegelapan hanya menambah kegelisahan mereka. Lampu disulut, dan karena makan malam masih dua jam lagi, Madame Loiseau mengusulkan bermain kartu.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!





Silakan login untuk meninggalkan komentar.