Bagian 11 β Sebuah Pengorbanan
KETIKA tiba waktu makan malam, barisan koalisi mulai goyah. Loiseau melontarkan tiga lelucon yang gagal total. Semua orang memutar otak mencari bahan baru untuk menyindir, tapi tak satu pun menemukan yang pas.
Di tengah kebekuan itu, Comtesse de Brevilleβmungkin tanpa sengaja, atau barangkali terdorong oleh keinginan samar untuk menegaskan kewajiban imanβmeminta salah satu biarawati yang lebih tua menceritakan kisah-kisah besar dari kehidupan para santo.
Permintaan itu justru membuka satu hal mengejutkan: banyak dari tindakan para kudus itu yang, menurut pandangan kita sekarang, sebetulnya tergolong kejahatan. Namun Gereja mengampuni mereka dengan mudah, selama dilakukan demi kemuliaan Tuhan atau demi kebaikan bersama.
Argumen itu begitu kuat, dan Comtesse de Breville segera memanfaatkannya sebaik mungkin.
Entah karena semacam kesepakatan tak terucap, atau karena sikap ramah samar yang kerap menjadi keahlian siapa pun yang mengenakan jubah gereja, atau mungkin karena ketidaktahuan yang justru menguntungkan, sang suster ternyata menjadi sekutu tak terduga dalam konspirasi mereka.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.