Bab 1 bagian ketiga
MEMANG, banjir tak membuat kami gentar; kami bisa pergi kapan saja, bahkan sepuluh menit pun cukup. Semakin tinggi air, semakin deras arusnyaโitu malah lebih menguntungkan, menutup batu-batu kerikil licik yang bisa merobek dasar kano.
Namun harapan kami meleset. Alih-alih tenang, angin semakin liar seiring datangnya malam, meraung di atas kepala, mengguncang willow seperti batang jerami.
Sesekali, suara aneh mengiringinyaโseperti dentuman meriamโdan ia menimpa air serta pulau dengan pukulan datar berdaya dahsyat. Rasanya seperti suara planet yang melaju di ruang angkasa, seandainya saja telinga manusia mampu mendengarnya.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel The Willows.
๐ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.