Bab 3 β Sosok Besar dari Gelapnya Dedaunan Willow
SEOLAH hendak meyakinkan aku bahwa semua itu bukan mimpi, aku ingat betul betapa lama aku terbaring sebelum akhirnya jatuh lagi ke dalam tidur yang gelisah dan tak tenang. Bahkan ketika akhirnya tertidur, hanya permukaanku saja yang lelap, sementara jauh di dalam ada sesuatu yang tetap berjaga, tidak benar-benar hilang kesadarannya, senantiasa waspada.
Akan tetapi kali ini aku benar-benar terlonjak bangun, dengan rasa ngeri yang sejati. Bukan angin atau sungai yang membangunkan, melainkan perlahan-lahan mendekatnya sesuatu, sesuatu yang membuat bagian diriku yang tidur semakin menyusut, hingga lenyap sama sekali.
Tiba-tiba aku sadar penuh, duduk tegak, mendengarkan.
Di luar terdengar suara ketukan kecil, beribu-ribu, tak terhitung jumlahnya. Rupanya suara itu sudah datang sejak lama, dan dalam tidurku pelan-pelan masuk ke telinga hingga membangunkan.
Aku duduk, terjaga sepenuhnya, seolah tak pernah tidur sama sekali. Nafasku terasa sesak, dadaku berat seakan ada sesuatu menekan tubuh.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.