The Willows

Bab 4 bagian ketiga

πŸ‘οΈ 0 tayangan

SELURUH beban ketakutanku runtuh seketika dan mengguncang tubuhku. Lalu, entah mengapa, aku juga tertawa. Itu satu-satunya yang bisa kulakukan.

Dan dari tawaku, aku pun mengerti tawa temanku. Itu pelepasan tekanan batin, luapan tenaga gaib yang menekan kami; tawa itu bagai katup pengaman sementara. Dan sama seperti datangnya, tawanya berhenti tiba-tiba.

β€œBodohnya aku!” seruku, masih berusaha konsisten dengan penjelasan masuk akal. β€œAku benar-benar lupa membeli roti di Pressburg. Perempuan cerewet itu membuatku kehilangan fokus, pasti roti itu tertinggal di meja kasir atau—”

β€œBubur gandum pun berkurang banyak dari tadi pagi,” potong Swede.

Kenapa ia harus menyinggung itu? pikirku jengkel.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×