Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Rp77.500
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Rp67.150
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Rp43.000
Lihat di Shopee
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Rp36.500
Lihat di Shopee

Bab 1 – Keputusan Besar Sir Thomas Bertram

• Mansfield Park •

👁️ 13 views

SEKITAR tiga puluh tahun silam, Miss Maria Ward dari Huntingdon, yang hanya memiliki tujuh ribu pound, beruntung bisa memikat hati Sir Thomas Bertram dari Mansfield Park, Northamptonshire, dan dengan demikian diangkat menjadi seorang lady, istri seorang baronet, lengkap dengan segala kenyamanan sebuah rumah megah dan pendapatan tahunan nan besar.

Seluruh Huntingdon riuh memuji keberhasilan pernikahan itu, bahkan pamannya sendiri—seorang pengacara—mengakui bahwa setidaknya ia kekurangan tiga ribu pound untuk pantas menuntut perjodohan semacam itu.

Ia memiliki dua saudari yang jelas akan ikut mendapat manfaat dari kenaikan derajatnya. Mereka yang beranggapan bahwa Miss Ward dan Miss Frances sama cantiknya dengan Miss Maria pun tak segan meramalkan bahwa keduanya akan menikah dengan keberuntungan yang sama.

Namun kenyataannya, jumlah pria kaya di dunia tidaklah sebanding dengan banyaknya perempuan cantik yang layak mendapatkannya. Maka, setelah melewatkan enam tahun lamanya, Miss Ward pun harus puas menikah dengan Mr. Norris, seorang pendeta sahabat Sir Thomas, yang hampir tidak memiliki harta pribadi, sementara nasib Miss Frances jauh lebih buruk lagi.

Perjodohan Miss Ward, sesungguhnya, tidaklah memalukan. Sir Thomas dengan senang hati dapat memberikan pendapatan dari jabatan gereja di Mansfield kepada sahabatnya itu; sehingga Mr. dan Mrs. Norris memulai kehidupan rumah tangga mereka dengan penghasilan tak kurang dari seribu pound setahun.

Namun Miss Frances menikah, dalam istilah umum, “untuk melawan keluarganya.” Ia memilih Mr. Price, seorang letnan marinir tanpa pendidikan, tanpa harta, tanpa koneksi, dan sungguh, ia hampir tak mungkin membuat pilihan yang lebih buruk lagi dari itu.

Sir Thomas sebenarnya memiliki pengaruh, dan baik karena prinsip maupun kebanggaan—serta keinginannya untuk melihat semua kerabat istrinya hidup terhormat—ia akan dengan senang hati menggunakan pengaruh itu demi adik iparnya.

Akan tetapi profesi suami Miss Frances sedemikian rupa hingga tak ada pengaruh apa pun yang bisa menyentuhnya. Sebelum Sir Thomas sempat memikirkan cara lain untuk membantu mereka, hubungan antara kedua saudari itu sudah benar-benar putus. Semua merupakan akibat wajar dari sikap masing-masing, hasil yang nyaris selalu lahir dari sebuah pernikahan ceroboh.

Untuk menghindari teguran sia-sia, Mrs. Price bahkan tidak menulis kepada keluarganya sampai pernikahan benar-benar terjadi.

Lady Bertram, yang berperasaan amat tenang dan berwatak lembut sekaligus malas, mungkin akan puas hanya dengan “menghapus” adiknya dari ingatan dan tidak lagi memikirkannya.

Namun Mrs. Norris, dengan tabiatnya yang selalu sibuk, tak bisa tenang sebelum menulis sepucuk surat panjang nan penuh amarah kepada adiknya—demi menyoroti kebodohan pilihannya dan mengancamnya dengan segala kemungkinan buruk yang bisa timbul.

Mrs. Price, merasa tersinggung, membalas dengan kemarahan yang meliputi kedua saudarinya sekaligus, sambil menambahkan komentar yang begitu tidak hormat terhadap kebanggaan Sir Thomas, hingga Mrs. Norris sama sekali tidak sanggup menyimpannya sendiri.

The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Rp37.500
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee

Maka putuslah segala hubungan mereka untuk waktu yang lama.

Rumah mereka berjauhan, lingkaran pergaulan pun berbeda, sehingga hampir mustahil bagi mereka untuk saling mendengar kabar satu sama lain selama 11 tahun berikutnya. Kalaupun ada, hanya berupa gumaman sinis Mrs. Norris yang kadang, dengan nada jengkel, memberitahu bahwa Fanny—begitulah panggilan masa kecil Mrs. Price—telah melahirkan seorang anak lagi.

Namun, setelah 11 tahun, Mrs. Price tak lagi sanggup mempertahankan harga diri maupun rasa sakit hatinya. Keluarga yang semakin besar, suami yang sudah tidak mampu lagi bertugas aktif namun tetap gemar berkumpul dan minum, serta penghasilan yang amat kecil untuk memenuhi semua kebutuhan, membuatnya berhasrat memulihkan kembali hubungan yang dulu ia abaikan.

Maka ia pun menulis sepucuk surat kepada Lady Bertram—penuh penyesalan dan keputus-asaan, dengan keluhan tentang terlalu banyak anak dan terlalu sedikit segalanya—yang jelas-jelas membuat keluarga itu tergerak untuk berdamai.

Ia tengah mengandung anak kesembilan; dan sambil meratapi keadaan itu serta memohon agar kakak-kakaknya mau menjadi wali baptis bagi bayi yang akan lahir, ia tak dapat menyembunyikan betapa penting bantuan mereka untuk pemeliharaan delapan anak yang sudah ada.

Putra sulungnya, seorang bocah sepuluh tahun yang cerdas dan penuh semangat, sudah ingin sekali mencari jalan hidupnya sendiri. Tapi apa yang bisa ia lakukan?

Adakah kemungkinan Sir Thomas membantu keponakannya dengan urusan perkebunan di Hindia Barat? Tak ada jabatan yang akan dianggap terlalu rendah baginya.

Atau, mungkinkah Sir Thomas berpikir tentang Woolwich? Atau, adakah cara agar anak itu bisa dikirim ke Timur?

Surat itu tidak sia-sia. Ia berhasil mendamaikan kembali hati yang renggang. Sir Thomas membalas dengan nasihat ramah dan janji perhatian, Lady Bertram mengirimkan uang dan perlengkapan bayi, dan Mrs. Norris menulis surat-surat tambahan.

Hasilnya segera terlihat, bahkan dalam setahun sebuah gagasan lebih penting muncul. Mrs. Norris tak henti mengatakan kepada yang lain bahwa ia tak bisa menghapus bayangan keluarga adiknya dari pikiran, dan betapa pun banyak bantuan yang telah mereka berikan, ia masih merasa ingin berbuat lebih.

Akhirnya ia pun mengakui keinginannya: alangkah baiknya bila Mrs. Price dibebaskan dari tanggung jawab membesarkan satu anak dari sekian banyak yang dimilikinya.

“Bagaimana kalau ada di antara kita yang mengurus putri sulungnya—anak perempuan yang kini berusia sembilan tahun, pada usia yang membutuhkan perhatian lebih daripada yang ibunya sendiri mampu berikan? Kerepotan dan biayanya bagi kita tentu tak seberapa dibandingkan kebaikan dari tindakan itu.”

The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Rp37.500
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee

Lady Bertram segera setuju.

“Aku rasa tak ada pilihan yang lebih baik,” katanya. “Mari kita kirimkan saja surat untuk menjemput anak itu.”

Sir Thomas tidak bisa memberikan persetujuan seketika tanpa syarat. Ia mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh; ini adalah tanggung jawab besar.

Seorang gadis yang diasuh jauh dari keluarganya harus dijamin masa depannya; kalau tidak, yang tampak sebagai kebaikan justru akan berubah menjadi kekejaman. Ia memikirkan keempat anaknya sendiri, kedua putranya, juga kemungkinan munculnya kasih sayang antar sepupu, dan lain sebagainya.

Namun, baru saja ia mulai menyampaikan keberatannya secara teratur, Mrs. Norris langsung menyela dengan jawaban untuk semuanya—baik yang sudah ia ucapkan maupun yang belum.

“Sir Thomas yang terhormat, saya benar-benar memahami maksud Anda, dan sungguh menghargai kemurahan hati serta kehalusan perasaan Anda, yang sepenuhnya sejalan dengan watak Anda selama ini.

“Saya sepenuhnya setuju bahwa jika kita sudah mengambil seorang anak dalam pengasuhan, maka sudah sepatutnya kita memastikan masa depannya. Dan tentu, saya akan menjadi orang terakhir di dunia yang menahan diri untuk memberi sedikit bantuan dalam kesempatan semacam ini.

“Saya sendiri tidak punya anak; jadi, siapakah lagi yang patut menerima apa pun yang mungkin bisa saya sisihkan selain anak-anak saudari saya? Mr. Norris pun, saya yakin, berpikiran sama. Tapi Anda tahu, saya bukan tipe perempuan yang suka banyak bicara. Maka janganlah kita terhalang oleh hal-hal kecil dalam menjalankan niat baik.

“Berikan seorang gadis pendidikan yang pantas, perkenalkan dia dengan benar ke masyarakat, dan kemungkinan besar dia akan bisa menikah dengan baik, tanpa biaya tambahan dari siapa pun. Seorang keponakan kita—atau setidaknya keponakan Anda, Sir Thomas—tidak mungkin tumbuh di lingkungan ini tanpa berbagai keuntungan.

“Saya tidak mengatakan dia akan secantik para sepupunya—saya kira memang tidak. Tapi dia akan masuk ke lingkaran pergaulan di daerah ini dalam keadaan yang sangat menguntungkan, sehingga hampir pasti dia akan mendapat perjodohan yang terhormat.

“Anda khawatir soal anak laki-laki Anda—tetapi tidakkah Anda tahu, justru itulah hal yang paling mustahil terjadi? Mereka akan tumbuh bersama, layaknya saudara kandung; secara moral, hal itu tidak mungkin.

“Saya tidak pernah tahu ada contohnya. Justru itulah cara paling aman untuk mencegahnya. Bayangkan jika gadis itu tumbuh jauh dari kita, miskin dan terlantar, lalu bertemu Tom atau Edmund untuk pertama kali tujuh tahun mendatang—saya yakin akan timbul masalah. Kedua anak manis nan berhati lembut itu bisa jatuh cinta kepadanya.

“Tapi kalau dia dibesarkan di sini bersama mereka sejak sekarang, bahkan seandainya dia secantik bidadari, dia takkan pernah lebih dari sekadar seorang saudari bagi mereka.”

The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Rp37.500
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee

“Banyak kebenaran dalam kata-katamu,” sahut Sir Thomas. “Jauh dari niatku untuk menciptakan hambatan sia-sia bagi rencana yang sejatinya sangat sesuai dengan kedudukan kita masing-masing. Maksudku hanyalah mengingatkan, bahwa hal ini tidak boleh dilakukan secara gegabah.

“Agar sungguh bermanfaat bagi Mrs. Price sekaligus terhormat bagi kita, kita harus menjamin, atau setidaknya bersiap menjamin kelak, apabila keadaan menuntut, masa depan anak itu sebagai seorang wanita terhormat—bila ternyata perjodohan yang kau bayangkan itu tidak datang juga.”

“Saya sepenuhnya mengerti maksud Anda,” seru Mrs. Norris. “Anda begitu murah hati dan penuh pertimbangan, dan saya yakin kita tidak akan berselisih dalam hal ini. Apa pun yang bisa saya lakukan demi kebaikan orang yang saya sayangi, tentu akan saya lakukan.

“Walau saya tidak bisa menaruh kasih sayang seperseratus pun dibandingkan pada anak-anak Anda sendiri, dan tidak mungkin menganggap gadis itu seperti anak saya sendiri, saya akan membenci diri saya bila sampai menelantarkannya.

“Bukankah dia anak dari saudari saya sendiri? Bagaimana mungkin saya sanggup melihatnya berkekurangan, sementara saya masih punya sepotong roti untuk dibagikan?

“Percayalah, Sir Thomas, dengan segala kekurangan saya, hati saya tetap hangat; meski miskin, saya lebih rela menolak kebutuhan saya sendiri ketimbang melakukan hal yang tak terpuji.

“Jadi, kalau Anda tidak keberatan, besok juga saya akan menulis surat kepada adik saya, membuat usulan ini. Dan begitu semua diatur, saya yang akan mengurus agar anak itu sampai di Mansfield; Anda tidak perlu repot.

“Saya tidak pernah memperhitungkan kerepotam saya sendiri. Akan saya kirim Nanny ke London khusus untuk itu, dan dia bisa bermalam di rumah sepupunya yang tukang sadel, lalu si anak bisa menemuinya di sana. Dari Portsmouth ke kota mudah saja dengan kereta, pasti selalu ada istri pedagang terhormat atau orang terpercaya yang bisa mengawalnya.”

Kecuali soal keberatan pada sepupu Nanny, Sir Thomas tidak lagi menentang. Setelah diputuskan tempat pertemuan yang lebih terhormat—meski sedikit lebih mahal—semuanya dianggap selesai, dan mereka pun mulai menikmati kesenangan dari rencana dermawan ini.

Sejatinya, kelegaan hati itu tidak boleh terbagi sama rata. Sir Thomas sungguh bertekad menjadi pelindung sejati dan konsisten bagi anak yang dipilih itu, sementara Mrs. Norris sama sekali tidak berniat mengeluarkan biaya untuk pemeliharaannya.

Dalam hal berjalan, berbicara, dan menyusun rencana, Mrs. Norris memang penuh semangat kebajikan, dan tak ada yang lebih piawai darinya dalam mengajarkan kemurahan hati kepada orang lain. Namun cintanya pada uang sama besarnya dengan kecintaannya mengatur, dan ia sama lihai menghemat uangnya sendiri seperti ia lihai membelanjakan uang sahabat-sahabatnya.

The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Rp37.500
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee

Menikah dengan penghasilan yang lebih sempit daripada yang pernah ia bayangkan, sejak awal ia merasa perlu menjalani garis ekonomi yang ketat. Apa yang mula-mula hanya kehati-hatian, lama-kelamaan menjadi pilihan, sebuah bentuk perhatian yang seharusnya terisi oleh kebutuhan anak-anak—yang tak pernah ia miliki.

Andai ia memiliki keluarga untuk dibiayai, mungkin Mrs. Norris tidak akan pernah menabung uangnya. Namun tanpa tanggungan, tak ada yang menghalangi kebiasaannya berhemat, juga tak ada yang mengurangi kesenangan menambah simpanan setiap tahun, dari penghasilan yang bahkan tidak pernah habis dipakai.

Dengan prinsip menyesatkan semacam itu, tanpa kasih sayang sejati kepada saudarinya, mustahil ia berniat berbuat lebih daripada sekadar mendapat pujian karena merencanakan dan mengatur amal yang mahal ini.

Meski demikian, mungkin saja ia begitu buta terhadap dirinya sendiri hingga bisa berjalan pulang ke Pastoran selepas percakapan itu, dengan keyakinan bahagia bahwa dirinya adalah saudari sekaligus bibi yang paling dermawan di dunia.

Ketika persoalan itu kembali dibicarakan, pandangan Mrs. Norris semakin jelas terungkap. Menanggapi pertanyaan tenang Lady Bertram, “Anak itu sebaiknya datang lebih dulu ke rumah siapa, Adikku, ke tempatmu atau ke tempat kami?”

Sir Thomas cukup terkejut mendengar bahwa Mrs. Norris sama sekali tidak sanggup menanggung beban pengasuhan pribadi. Ia sebelumnya membayangkan kedatangan si gadis akan menjadi tambahan yang menyenangkan di Pastoran, seorang pendamping bagi seorang bibi tanpa anak.

Namun, dugaan itu ternyata keliru.

Dengan nada penuh sesal, Mrs. Norris menjelaskan bahwa tinggalnya si kecil di rumah mereka, setidaknya dalam keadaan sekarang, sama sekali mustahil. Kesehatan Mr. Norris yang buruk membuat hal itu tidak terpikirkan; ia sama sekali tak tahan dengan kebisingan anak-anak, sebagaimana ia tak mungkin bisa terbang.

Andai suatu hari penyakit encoknya membaik, tentu lain ceritanya; saat itu tiba, ia sendiri rela menanggung sedikit kerepotan. Tetapi untuk saat ini, setiap waktu dan perhatiannya habis tercurah bagi sang suami. Menyebut soal kedatangan anak saja sudah cukup membuatnya terguncang.

“Kalau begitu, biarlah dia datang ke rumah kita, Sayang,” ujar Lady Bertram dengan tenang.

“Ya,” tambah Sir Thomas dengan wibawa setelah sejenak berpikir, “biarlah rumah ini menjadi tempat tinggalnya. Kita akan berusaha menjalankan kewajiban kita terhadapnya, dan setidaknya dia akan mendapat teman sebaya, juga bimbingan seorang guru yang teratur.”

“Itu sungguh benar,” sahut Mrs. Norris cepat, “dua hal yang sangat penting. Sama saja bagi Miss Lee, apakah dia mengajar dua atau tiga anak perempuan—takkan ada bedanya. Sungguh, saya menyesal tak bisa berbuat lebih, tetapi percayalah saya sudah berusaha semaksimal yang saya bisa.

The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Rp37.500
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee

“Saya bukan orang yang suka menghindar dari kerepotan, dan meski akan sangat menyulitkan saya ditinggal Nanny selama tiga hari, biarlah dia yang menjemput anak itu.

“Kukira, Kak, kau bisa menempatkan si kecil di loteng putih dekat kamar lama pengasuh. Itu paling cocok: dekat dengan Miss Lee, tak jauh dari anak-anak, dan bersebelahan dengan kamar pembantu rumah tangga, yang bisa membantu mendandaninya serta merawat pakaian-pakaiannya.

“Ellis tentu tidak patut dibebani pekerjaan tambahan itu. Memang, aku tak melihat ada tempat lain yang lebih tepat untuknya.”

Lady Bertram tidak mengajukan keberatan.

“Saya harap anak itu kelak menjadi gadis yang penurut,” lanjut Mrs. Norris, “dan bisa menyadari betapa beruntungnya dia memiliki saudara seperti kita.”

“Kalau wataknya betul-betul buruk,” kata Sir Thomas, “demi anak-anak kita sendiri, tentu kita tak boleh membiarkannya tinggal di keluarga ini. Tapi aku tak punya alasan untuk mengira dia seburuk itu.

“Barangkali kita akan mendapati banyak hal yang perlu diperbaiki: kebodohan, sempitnya pandangan, bahkan sikap kasar yang menyakitkan. Tapi semua itu bukan cacat yang tak bisa disembuhkan, dan aku percaya tidak berbahaya bagi pergaulannya dengan anak-anak kita.

“Andai anak-anakku lebih muda darinya, mungkin hal ini akan jauh lebih berat; tetapi dalam keadaan sekarang, aku tidak melihat ada hal yang perlu ditakuti bagi mereka, sementara banyak yang bisa diharapkan bagi dirinya.”

“Itulah yang saya pikirkan juga!” seru Mrs. Norris. “Bahkan pagi ini saya sudah membicarakannya dengan suami saya. Saya katakan, ‘Ini akan menjadi pendidikan bagi anak itu hanya dengan bersama para sepupunya.’ Seandainya Miss Lee sama sekali tidak mengajarinya, dia pasti akan belajar menjadi baik dan cerdas dari mereka.”

“Aku hanya berharap dia tidak mengganggu Pug-ku,” sela Lady Bertram lembut, “baru saja Julia mau berhenti mengusiknya.”

“Akan ada sedikit kesulitan,” ujar Sir Thomas dengan sungguh-sungguh, “tentang pembedaan yang mesti dibuat antara anak-anak itu saat mereka tumbuh besar: bagaimana membuat putri-putri kita sadar akan kedudukan mereka, tanpa membuat mereka merendahkan sepupunya; dan bagaimana, tanpa terlalu meruntuhkan semangat si anak, membuatnya selalu ingat bahwa dia bukan seorang Miss Bertram.

“Aku ingin mereka menjadi sahabat baik, dan tidak akan pernah mengizinkan putriku menunjukkan kesombongan sekecil apa pun terhadap kerabatnya. Namun bagaimanapun, mereka tidaklah setara. Pangkat, harta, hak, dan harapan mereka akan selalu berbeda.

“Ini masalah yang amat halus, dan engkau, Mrs. Norris, harus membantu kami memilih garis sikap yang tepat.”

Mrs. Norris segera menyatakan kesiapannya, dan meskipun ia setuju betapa sulitnya persoalan itu, ia dengan penuh keyakinan meyakinkan Sir Thomas bahwa bersama-sama mereka bisa mengaturnya dengan mudah.

Tidaklah mengherankan bila surat Mrs. Norris kepada adiknya mendapat jawaban penuh syukur. Mrs. Price agak terkejut karena yang dipilih justru seorang anak perempuan, padahal ia punya banyak anak laki-laki yang gagah, tetapi tawaran itu ia terima dengan tulus.

Ia menjamin putrinya adalah gadis yang baik budi dan ramah, dan berharap mereka tidak akan pernah menyesal. Ia juga menyinggung kesehatan anak itu yang lemah dan ringkih, tetapi penuh harapan bahwa pergantian udara akan membuatnya jauh lebih sehat.

Kasihan perempuan itu—barangkali ia berharap pergantian udara juga akan membawa kebaikan bagi banyak anaknya yang lain.

Akses Terjemahan Gratis

Kamu hanya bisa membaca 4 bab lagi. Silakan buat akun KlikNovel untuk mengakses semua 50 bab secara GRATIS!

5 bab gratis50 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Mansfield Park karya Jane Austen ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Rp104.250
Lihat di Shopee
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
Rp36.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp112.100
Lihat di Shopee
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp98.500
Lihat di Shopee
The Age of Innocence - Edith Wharton
The Age of Innocence - Edith Wharton
Rp92.650
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

The Memoirs of Sherlock Holmes
The Memoirs of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
Rp51.750
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Rp59.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Rp81.750
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee

• Mansfield Park •