Jane Eyre

Bab XV – Kebakaran di Kamar Mr. Rochester

👁️ 0 tayangan

MR. ROCHESTER memang, pada kesempatan lain di masa mendatang, menjelaskan semuanya. Suatu sore, ketika kebetulan ia bertemu denganku dan Adèle di taman; dan sementara Adèle bermain bersama Pilot dan shuttlecock-nya, ia memintaku berjalan bolak-balik bersamanya di sebuah lorong panjang pohon beech yang masih terlihat dari tempat Adèle bermain.

Kemudian ia berkata bahwa Adèle adalah putri seorang penari opera Prancis bernama Céline Varens, terhadap siapa dulu ia pernah memendam apa yang disebutnya sebagai “grande passion.” Céline mengaku membalas gairah itu dengan semangat yang bahkan lebih besar. Ia mengira dirinya idola wanita itu, seburuk rupa apa pun dirinya: ia percaya, seperti katanya, bahwa Céline lebih menyukai “taille d’athlète”-nya dibanding keanggunan Apollo Belvidere.

“Dan, Miss Eyre, begitu besarnya sanjunganku atas pilihan silf Gallia itu terhadap gnome Inggris-nya, sampai-sampai aku menempatkannya di sebuah hotel; memberinya rumah tangga pelayan lengkap, kereta, kasmir, berlian, renda, dan sebagainya. Singkatnya, aku memulai proses menghancurkan diri sendiri dengan gaya resmi yang lazim, seperti setiap pria tolol kasmaran lainnya. Tampaknya aku tidak memiliki cukup orisinalitas untuk membuka jalan baru menuju kehinaan dan kehancuran, melainkan berjalan di jalur lama dengan ketepatan bodoh, tak menyimpang sejengkal pun dari jejak yang sudah dipijak semua orang. Aku menerima—sebagaimana layaknya kuterima—nasib semua orang tolol kasmaran lainnya. Suatu malam, ketika aku datang saat Céline tidak mengharapkan kedatangan itu, aku memergokinya; tetapi malam itu hangat, dan aku lelah berjalan-jalan di Paris, jadi aku duduk di boudoir-nya; senang menghirup udara yang baru saja disentuh kehadirannya. Tidak,—aku melebih-lebihkan; aku tak pernah menganggap ada kesucian apa pun pada dirinya: lebih tepat semacam harum pastille yang dia tinggalkan; aroma musk dan amber, bukan bau kekudusan. Aku baru mulai merasa sesak oleh wangi bunga rumah kaca dan esens yang dipercikkan ke mana-mana, ketika aku terpikir membuka jendela dan melangkah ke balkon. Malam itu terang bulan dan juga terang lampu gas, sangat hening dan tenang. Balkon itu dilengkapi satu-dua kursi; aku duduk dan mengeluarkan sebatang cerutu,—aku akan merokok sekarang juga, bila kau mengizinkan.”

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Jane Eyre.

PREV NEXT 🔒

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×