Jane Eyre

Bab VIII – Pembelaan Miss Temple

👁️ 0 tayangan

SEBELUM setengah jam itu berakhir, jam lima berdentang; sekolah dibubarkan, dan semuanya pergi ke ruang makan untuk minum teh. Kini aku memberanikan diri turun: suasana sudah remang-remang pekat; aku menyingkir ke sebuah sudut dan duduk di lantai. Mantra yang sejauh ini menopangku mulai lenyap; reaksi pun datang, dan segera kesedihan yang mencengkeramku begitu dahsyat hingga aku rebah tertelungkup dengan wajah menempel ke lantai. Kini aku menangis: Helen Burns tidak ada di sana; tak ada lagi yang menopangku; ditinggalkan sendirian, aku menyerahkan diriku pada kesedihan, dan air mataku membasahi papan lantai. Aku berniat menjadi sangat baik, dan melakukan banyak hal di Lowood: mendapatkan banyak teman, meraih penghormatan dan kasih sayang. Bahkan aku sudah menunjukkan kemajuan nyata: pagi itu juga aku mencapai peringkat teratas di kelasku; Miss Miller memujiku dengan hangat; Miss Temple tersenyum menyatakan persetujuannya; ia berjanji akan mengajariku menggambar dan membiarkanku belajar bahasa Prancis bila aku terus menunjukkan kemajuan seperti itu selama dua bulan lagi: selain itu aku diterima baik oleh teman-teman sekolahku; diperlakukan setara oleh mereka yang seusia denganku, dan tidak diganggu siapa pun; tetapi sekarang, di sinilah aku kembali terempas dan diinjak-injak; dan mungkinkah aku bangkit lagi?

“Tidak akan pernah,” pikirku; dan dengan sungguh-sungguh aku berharap mati. Ketika aku mengisakkan keinginan itu dengan suara patah-patah, seseorang mendekat: aku tersentak bangun—sekali lagi Helen Burns berada di dekatku; cahaya api yang mulai padam hanya samar-samar menunjukkan sosoknya berjalan mendekati ruang panjang yang kosong itu; ia membawakan kopi dan rotiku.

“Ayolah, makan sedikit,” katanya; tetapi aku menjauhkan keduanya dariku, merasa seolah setetes atau sepotong kecil pun akan membuatku tersedak dalam keadaanku sekarang. Helen memandangiku, mungkin dengan heran: aku tak mampu meredakan kegelisahanku, meskipun sudah berusaha keras; aku terus menangis keras-keras. Ia duduk di lantai di dekatku, memeluk lututnya dengan kedua lengan, lalu menyandarkan kepala di atasnya; dalam sikap itu ia tetap diam seperti seorang India. Akulah yang pertama berbicara—

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Jane Eyre.

PREV NEXT 🔒

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×