Jane Eyre

Bab XIII – Mr. Rochester yang Tak Terduga

πŸ‘οΈ 2 tayangan

TAMPAKNYA Mr. Rochester, atas perintah dokter bedah, pergi tidur lebih awal malam itu; dan keesokan paginya pun ia tidak bangun cepat. Ketika akhirnya turun, itu untuk mengurus urusan bisnis: agennya dan beberapa penyewa tanahnya sudah datang dan menunggu untuk berbicara dengannya.

Kini Adèle dan aku harus mengosongkan perpustakaan: ruangan itu akan dipakai setiap hari sebagai ruang penerima tamu. Sebuah api dinyalakan di salah satu kamar di lantai atas, dan ke sanalah kubawa buku-buku kami, lalu kuatur sebagai ruang sekolah kami selanjutnya. Sepanjang pagi aku menyadari bahwa Thornfield Hall telah berubah: tak lagi sunyi seperti gereja, setiap satu-dua jam terdengar ketukan di pintu atau dentang lonceng; langkah-langkah juga sering melintasi aula, dan suara-suara baru berbicara dengan berbagai nada di bawah; semacam aliran kecil dari dunia luar sedang mengalir melaluinya; rumah itu kini memiliki seorang tuan: dan sejujurnya, aku lebih menyukainya demikian.

Hari itu AdΓ¨le tidak mudah diajar; ia tak mampu memusatkan perhatian: ia terus berlari ke pintu dan mengintip melewati pagar tangga untuk melihat apakah bisa sekilas memandang Mr. Rochester; lalu ia menciptakan berbagai alasan untuk turun ke bawah, agar dapat, seperti yang dengan mudah kuduga, mengunjungi perpustakaan, tempat yang kutahu sebenarnya tidak menginginkannya; lalu, ketika aku mulai agak kesal dan memaksanya duduk diam, ia terus-menerus bercakap tentang β€œami”-nya, β€œMonsieur Edouard Fairfax de Rochester,” begitu ia menyebut majikanku (sebelumnya aku belum pernah mendengar nama depannya), dan menebak-nebak hadiah apa yang dibawa pria itu untuknya: sebab tampaknya malam sebelumnya ia telah mengisyaratkan bahwa ketika barang bawaannya tiba dari Millcote, akan ditemukan sebuah kotak kecil yang isinya sangat menarik bagi AdΓ¨le.

β€œEt cela doit signifier,” katanya, β€œqu’il y aura lΓ  dedans un cadeau pour moi, et peut-Γͺtre pour vous aussi, Mademoiselle. Monsieur a parlΓ© de vous: il m’a demandΓ© le nom de ma gouvernante, et si elle n’était pas une petite personne, assez mince et un peu pΓ’le. J’ai dit qu’oui: car c’est vrai, n’est-ce pas, Mademoiselle?”

(β€œDan itu pasti berarti,” katanya, β€œbahwa di dalamnya akan ada hadiah untukku, dan mungkin juga untukmu, Miss. Tuan telah berbicara tentangmu: dia bertanya siapa nama pengasuhku, dan apakah dia bukan seseorang yang kecil, cukup kurus, dan sedikit pucat. Kujawab iya: karena itu benar, bukan, Miss?”)

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 15 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×