Bab 7 — Menuruni Lembah Sunyi
SULIT rasanya menjelaskan dengan kata-kata betapa mengerikannya kejadian malam itu. Bahkan hingga sekarang, kenangannya masih membuat bulu kudukku berdiri. Bukan sekadar rasa takut sesaat seperti setelah mimpi buruk, tapi perasaan ngeri itu justru semakin dalam seiring waktu, seperti meresap ke dalam dinding kamar dan tiap perabotan yang ada di sana—seolah semuanya menyimpan sisa-sisa dari sosok yang pernah muncul.
Keesokan harinya, aku sama sekali tidak sanggup sendirian, walau hanya sebentar. Sebenarnya aku ingin menceritakan semuanya kepada Papa, tapi ada dua hal yang membuatku ragu. Kadang aku takut ia malah menertawakanku, dan aku tak sanggup jika pengalaman mengerikan itu dianggap lelucon. Di sisi lain, aku khawatir Papa justru mengira aku terkena penyakit misterius yang tengah menjangkiti daerah kami. Aku sendiri yakin aku baik-baik saja, tapi karena Papa sudah lama kurang sehat, aku tak ingin membuatnya makin cemas.
Untungnya, aku merasa cukup nyaman bersama dua pendampingku, Madame Perrodon yang baik hati dan Mademoiselle Lafontaine yang penuh semangat. Mereka cepat menyadari kalau aku sedang murung dan gelisah. Akhirnya, aku pun menceritakan kejadian yang selama ini menyesakkan dadaku.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 5). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel Carmilla sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.