Bab 10 โ Ditinggalkan
SUDAH sekitar sepuluh bulan sejak terakhir kali kami melihatnya. Tapi dalam kurun waktu itu, penampilannya berubah seolah bertahun-tahun telah berlalu. Ia terlihat lebih kurus; rona hangat dan tenang yang dulu akrab di wajahnya kini tergantikan oleh sorot muram dan gelisah. Mata biru tuanya yang selalu tajam kini tampak lebih keras, menyala dari balik alis kelabu yang mulai lebat. Perubahan ini bukan sekadar dampak dari duka; ada sesuatu yang lebih dalamโseolah kemarahan dan kepedihan yang membekas ikut memperparahnya.
Kami belum lama melanjutkan perjalanan ketika sang Jenderal mulai bicara. Dengan gaya tegas khas prajurit, ia membahas kepergian mendadak keponakan sekaligus anak asuh tercintanyaโโkehampaanโ dalam hidupnya, begitu ia menyebutnya. Nada suaranya kemudian berubah, dipenuhi amarah dan getir. Ia mengecam habis-habisan โseni keji dari nerakaโ yang katanya telah menjadi penyebab kematian gadis itu. Dengan kemarahan yang bahkan terasa lebih kuat daripada kesalehan, ia bertanya-tanya bagaimana mungkin Surga bisa membiarkan kejahatan sebesar itu merajalela.
Ayahku, yang langsung sadar bahwa pasti ada sesuatu yang luar biasa telah terjadi, bertanya dengan hati-hati apakah sang Jenderal bersedia menceritakan semua secara lebih rinciโkalau memang tak terlalu menyakitkan.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Carmilla.
๐ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.