Naskah asli novel The Dunwich Horror berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada 1929 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, H. P. Lovecraft, telah wafat pada 15 Maret 1937 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Di sebuah desa terpencil bernama Dunwich, tempat bukit-bukit seolah menyimpan nafas masa silam, lahirlah seorang anak aneh yang dinamai Wilbur Whateley. Ia putra perempuan dungu bernama Lavinia dan “sesuatu” yang tak pernah disebut terang-terangan oleh warga.
Sejak kecil Wilbur tumbuh terlalu cepat, kecerdasannya jauh melampaui usianya, sementara rumah keluarga Whateley dipenuhi bau ritual dan bisik-bisik yang bahkan hewan pun enggan mendekat. Di balik dinding itu, sang kakek tua mengajarinya bahasa-bahasa terlarang dan mempersiapkannya untuk tujuan yang tak seorang pun di Dunwich ingin pahami.
Ketika Wilbur mencoba mencuri Necronomicon dari perpustakaan Arkham dan tewas secara mengerikan, para ilmuwan di Miskatonic mengetahui kebenaran yang lebih gelap: Wilbur bukan satu-satunya. Ada “sesuatu” yang dibesarkan di bukit-bukit rumah Whateley. Sesuatu yang tumbuh cepat. Sesuatu yang lapar.
Ketika makhluk itu akhirnya membebaskan diri dan mulai melintasi Dunwich sebagai kekuatan tak terlihat yang meremukkan rumah, hutan, dan manusia, tiga ilmuwan—Armitage, Rice, dan Morgan—mengejarnya ke puncak Sentinel Hill. Di sanalah mereka melihat wajah sejatinya: kehadiran luar-duniawi yang memanggil-manggil ayahnya, Yog-Sothoth, dengan jeritan yang mengguncang langit dan tanah.
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.