Jane Eyre

Bab XVI – Kata Hati Jane Eyre

👁️ 0 tayangan

AKU sekaligus ingin dan takut bertemu Mr. Rochester pada hari setelah malam tanpa tidur itu: aku ingin mendengar suaranya lagi, tetapi takut bertemu tatapannya. Sepanjang pagi aku sesaat demi sesaat mengharapkan kedatangannya; ia memang tidak sering masuk ke ruang belajar, tetapi kadang ia datang beberapa menit, dan aku merasa yakin hari itu ia pasti akan datang.

Namun pagi berlalu seperti biasa: tak ada apa pun yang mengganggu jalannya pelajaran Adèle yang tenang; hanya saja segera setelah sarapan aku mendengar kesibukan di sekitar kamar Mr. Rochester, suara Mrs. Fairfax, Leah, dan juru masak—istri John—bahkan suara John sendiri yang berat dan kasar. Terdengar seruan-seruan seperti, “Syukurlah Tuan tidak terbakar di tempat tidurnya!” “Selalu berbahaya membiarkan lilin menyala di malam hari.” “Untung sekali beliau sempat terpikir menggunakan kendi air!” “Aku heran beliau tidak membangunkan siapa pun!” “Semoga saja beliau tidak masuk angin karena tidur di sofa perpustakaan,” dan sebagainya.

Setelah banyak percakapan itu, terdengar suara menyikat dan membereskan; dan ketika aku melewati kamar itu dalam perjalanan turun untuk makan siang, kulihat melalui pintu terbuka bahwa semuanya telah kembali rapi seperti semula; hanya ranjangnya kini tanpa tirai. Leah berdiri di dudukan jendela, menggosok kaca yang buram oleh asap. Aku hampir menyapanya, sebab aku ingin tahu penjelasan apa yang diberikan tentang kejadian itu: tetapi ketika mendekat, kulihat ada orang kedua di dalam kamar—seorang perempuan duduk di kursi dekat ranjang, menjahit cincin-cincin pada tirai baru. Perempuan itu tak lain adalah Grace Poole.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Jane Eyre.

PREV NEXT 🔒

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×