Colosseum
SETELAH itu, ia berusaha memberi sedikit petunjuk kepada Mrs. Miller. Suatu hari, di Corso, ia bertemu dengan seorang teman, sesama turis, yang baru saja keluar dari Palazzo Doria, tempat ia berjalan-jalan melihat galeri yang indah. Temannya sempat membicarakan potret agung Innocent X karya Velázquez yang tergantung di salah satu kabinet istana itu, lalu berkata, “Dan di kabinet yang sama, omong-omong, aku berkesempatan mengagumi sebuah lukisan dari jenis yang berbeda—gadis Amerika cantik yang kau tunjukkan kepadaku minggu lalu.”
Menjawab pertanyaan-pertanyaan Winterbourne, temannya menceritakan bahwa gadis Amerika yang cantik itu—yang kini bahkan lebih cantik daripada sebelumnya—sedang duduk bersama seorang pendamping di sebuah sudut terpencil tempat potret paus yang termasyhur itu dipajang.
“Siapa pendampingnya?” tanya Winterbourne.
“Orang Italia kecil dengan setangkai bunga di lubang kancingnya. Gadis itu sungguh cantik, tetapi kupikir beberapa hari lalu aku memahami dari perkataanmu bahwa dia adalah seorang perempuan muda du meilleur monde.”
“Memang begitu!” jawab Winterbourne.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.