Daisy Miller: A Study

Bagian I

Kastel Chillon

👁️ 0 tayangan

DUA hari kemudian ia pergi bersama gadis itu ke Château de Chillon. Ia menunggunya di aula besar hotel, tempat para kurir, pelayan, dan turis asing bersantai dan memandangi orang-orang yang lewat. Itu bukan tempat yang seharusnya ia pilih, tetapi Daisy-lah yang menentukan tempat itu. Gadis itu turun dengan langkah ringan dari tangga, sambil memasang kancing sarung tangan panjangnya dan merapatkan payung terlipat ke tubuhnya yang elok, mengenakan busana perjalanan yang sederhana namun elegan dengan sempurna.

Winterbourne adalah seorang pria yang memiliki imajinasi dan, seperti kata nenek moyang kita dahulu, kepekaan; ketika memandangi pakaian gadis muda itu dan, di tangga besar itu, langkah kecil Miss Daisy Miller yang cepat dan penuh kepercayaan, ia merasa seolah-olah sesuatu yang romantis sedang berlangsung. Ia bisa saja percaya bahwa dirinya hendak kawin lari dengannya.

Ia keluar bersamanya melewati semua orang yang bermalas-malasan di sana; semuanya memandanginya dengan saksama. Begitu bergabung dengannya, Daisy langsung mulai berceloteh. Winterbourne sebenarnya lebih suka jika mereka diantar ke Chillon dengan kereta; tetapi Daisy menyatakan keinginannya yang kuat untuk naik kapal uap kecil itu. Ia mengaku memiliki kegemaran pada kapal uap. Selalu ada angin yang begitu menyenangkan di atas air, dan orang bisa melihat begitu banyak orang.

Perjalanan itu tidak lama, tetapi teman perjalanan Winterbourne sempat mengatakan banyak hal. Bagi pemuda itu sendiri, perjalanan kecil mereka merupakan semacam pelarian—sebuah petualangan—sehingga, bahkan dengan mempertimbangkan rasa bebasnya yang sudah menjadi kebiasaan, ia berharap Daisy akan memandangnya dengan cara yang sama. Namun harus diakui bahwa dalam hal ini ia kecewa.

Daisy Miller sangat bersemangat, suasana hatinya begitu ceria; tetapi tampaknya ia sama sekali tidak merasa bergairah, tidak gelisah; ia tidak menghindari tatapan Winterbourne maupun tatapan siapa pun; ia tidak tersipu ketika memandang Winterbourne ataupun ketika menyadari bahwa orang-orang memandanginya. Orang-orang terus memandanginya, dan Winterbourne sangat menikmati kesan anggun yang ditampilkan teman cantiknya itu.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV 🔒 NEXT

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×