Barbox Brothers & Co.
Keasyikan Barbox dalam seluruh kegiatan itu selama semua kesenangan tersebut dijalankan lagi-lagi menjadi pemandangan yang pantas dilihat. Tak kalah pantas dilihat ketika makan malam, saat ia bersulang untuk Miss Melluka, yang diikat tegak di kursi di hadapan Polly (sebab sang gadis Sirkasia punya tulang punggung yang tak bisa ditekuk), bahkan membujuk pelayan untuk ikut menjalankan gagasan agung yang sedang berlaku itu dengan tata krama yang pantas.
Sebagai penutup, datanglah demam yang menyenangkan untuk memasukkan Miss Melluka beserta seluruh pakaian dan harta kekayaannya ke dalam kereta sewaan bersama Polly, untuk dibawa pulang. Namun, saat itu Polly sudah tak sanggup lagi memandang kebahagiaan yang bertumpuk-tumpuk itu dengan mata terjaga, dan telah menarik kesadarannya ke dalam Firdaus yang menakjubkan, yaitu tidur seorang anak.
"Tidurlah, Polly, tidurlah," kata Barbox Brothers ketika kepala Polly terkulai di bahunya. "Setidaknya kau takkan mudah jatuh dari ranjang yang ini!"
