The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Rp36.750
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
Rp33.750
Lihat di Shopee
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
Rp79.000
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Rp59.250
Lihat di Shopee

Bagian 2 — Kepergian di Bawah Siraman Salju

• Boule de Suif •

👁️ 8 views

SETELAH pasukan Prusia benar-benar mengendalikan kota dengan disiplin baja mereka—tanpa kekejaman yang sebelumnya menodai jejak kemenangan mereka di tempat lain—rasa takut perlahan memudar. Perdagangan kembali menggeliat, sebab orang-orang kaya punya kepentingan yang harus diselamatkan.

Beberapa di antara mereka punya bisnis besar di Havre, yang masih dikuasai tentara Prancis. Maka mereka pun menyusun rencana: pergi ke Dieppe lewat darat, lalu menyeberang dengan kapal.

Dengan segala koneksi dan basa-basi yang telah mereka bangun bersama perwira Prusia, akhirnya surat izin keberangkatan pun dikantongi—resmi, cap komandan tertinggi.

Sebuah kereta besar ditarik empat kuda dipesan khusus untuk perjalanan ini. Sepuluh orang mendaftar untuk ikut serta. Mereka sepakat berangkat Selasa pagi, sebelum fajar menyingsing—agar tak terlalu jadi sorotan.

Sehari sebelumnya, bumi telah membeku. Dan menjelang pukul tiga sore, awan hitam bergulung dari utara, lalu salju turun tanpa henti. Malam itu, kota terbungkus sunyi putih yang lembut namun menggigilkan.

Pukul setengah lima pagi, para penumpang mulai berkumpul di halaman Hôtel Normandie. Mereka masih setengah tertidur, membungkus diri dengan syal dan mantel tebal, menggigil menahan dingin.

Dalam remang dini hari yang berat dan bisu, mereka nyaris tak saling mengenali. Lapisan kain musim dingin membuat mereka terlihat seperti pendeta gendut dalam jubah panjang.

Dari sepuluh orang, hanya dua pria yang saling kenal. Seorang ketiga menghampiri dan bergabung dalam obrolan ringan.

“Aku membawa istriku,” kata yang satu.

“Aku juga,” timpal yang lain.

“Sama, aku pun begitu,” ujar yang ketiga.

Si pertama menambahkan, “Kami tak akan kembali ke Rouen. Kalau Prusia juga mendekati Havre, kami akan terus ke Inggris.”

Rupanya, mereka semua punya rencana serupa—dan satu suara dalam hati maupun pikiran.

Sementara itu, kuda-kuda belum juga dipasangi pelana. Seorang anak kandang muncul dan hilang bergantian lewat pintu yang berbeda, membawa lentera kecil yang menyala redup.

Terdengar suara kaki kuda mengentak-entak lantai—teredam jerami dan sekam. Dari sudut kandang, terdengar suara pria bercakap dengan hewan-hewan itu, kadang dengan kata-kata kasar.

Bunyi gemerincing lonceng mulai terdengar lirih, lalu semakin ritmis ketika pelana mulai dipasang—dengan sesekali hentakan mendadak, disusul ketukan sepatu kayu di lantai beku.

Lalu, pintu besar ditutup rapat. Suara-suara lenyap. Warga kota yang membeku dalam diam tetap berdiri kaku, seolah menjadi bagian dari patung salju yang perlahan terbentuk.

Tirai serpihan putih turun tiada henti dari langit, menghapus garis bentuk dan membungkus segalanya dalam selimut halus seperti lumut lembut. Tak ada suara. Kota tertidur dalam diam yang nyaris suci.

Hanya salju yang turun. Bukan suara, melainkan perasaan. Partikel-partikel kecil bergetar di udara, tak terdengar namun memenuhi ruang.

Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp119.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
Rp46.500
Lihat di Shopee
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Rp81.750
Lihat di Shopee
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Rp88.000
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen
Northanger Abbey - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee

Tak lama, laki-laki dengan lentera kembali, menarik seekor kuda kusam yang enggan berjalan. Ia memasang tali pada poros kereta, mengikat tali kekang dengan satu tangan, sementara tangan satunya tetap memegang cahaya.

Saat kembali mengambil kuda kedua, ia melirik para penumpang yang berdiri mematung, tubuh mereka mulai memutih tertutup salju.

“Mengapa kalian tak masuk saja ke dalam?” katanya, datar. “Setidaknya kalian bisa berlindung.”

Mereka semua tampak tersadar, seolah baru mengingat kereta yang berdiri di depan mereka. Bergegas, tiga pria membantu istri masing-masing naik ke tempat duduk belakang, lalu menyusul masuk. Sosok-sosok lain, samar dan ragu, menaiki kursi yang tersisa tanpa sepatah kata.

Lantai kereta dilapisi jerami. Kaki mereka tenggelam dalam hangat yang semu.

Para wanita di bagian belakang membawa pemanas kaki tembaga kecil, dengan bara menyala di dalamnya. Mereka pun menyalakan alat-alat itu, lalu mulai berbisik—membandingkan kehangatan, mengulang-ulang manfaat benda yang sudah mereka kenal sejak lama.

Akhirnya, kereta ditarik bukan oleh empat, melainkan enam ekor kuda. Jalanan terlalu buruk untuk setengah hati.

Seseorang berseru dari luar, “Semua sudah naik?”

Dan dari dalam, sebuah suara menjawab pelan, “Sudah.”

Mereka pun berangkat. Kereta mulai bergerak perlahan, nyaris enggan meninggalkan tempatnya. Roda-roda terperosok dalam salju yang tebal; seluruh badan kereta berderit berat, seolah-olah mengeluh; kuda-kuda berkilau oleh keringat, terengah-engah, mengepulkan uap dari moncongnya; dan cambuk sang kusir tak henti-hentinya berdesing di udara, melayang ke segala arah, melingkar dan meletup seperti ular tipis yang menyambar, menghantam punggung seekor kuda yang sedang berayun, membuatnya mencurahkan segenap tenaganya.

Cahaya pagi mulai menyelinap perlahan—hampir tak terasa. Butiran halus salju yang, menurut salah satu penumpang asal Rouen, mirip kapas yang beterbangan, kini tak lagi turun. Sinar lembut menembus awan kelabu yang muram, membuat putihnya ladang tampak semakin mencolok.

Di kejauhan, garis pepohonan besar berdiri diam dalam balutan salju; sesekali terlihat cerobong asap beratap putih.

Akses Terjemahan Gratis

Kamu telah mencapai kuota maksimal bab untuk pembaca tamu (unregistered members). Daftar akun GRATIS untuk melanjutkan membaca sampai tamat.

2 bab gratis13 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Boule de Suif karya Guy de Maupassant ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.750
Lihat di Shopee
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Rp81.750
Lihat di Shopee
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Gulliver\'s Travel -
Gulliver\'s Travel -
Rp59.250
Lihat di Shopee
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Rp52.500
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Rp59.250
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Rp104.250
Lihat di Shopee
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Rp81.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Rp40.150
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp119.700
Lihat di Shopee
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp42.400
Lihat di Shopee
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Rp69.000
Lihat di Shopee