Bab 19 – Sebuah Pertunjukan, Sebuah Malapetaka, dan Sebuah Pengakuan
“MARILLA, bolehkah saya pergi menemui Diana sebentar saja?” tanya Anne, berlari terengah-engah turun dari kamar loteng timur pada suatu malam bulan Februari.
“Aku tidak mengerti mengapa kau harus mondar-mandir ke sana kemari setelah gelap,” kata Marilla singkat. “Kau dan Diana sudah berjalan pulang bersama dari sekolah dan kemudian berdiri di sana di salju hampir setengah jam lagi, lidah kalian berbunyi terus tanpa henti. Jadi menurutku kau tidak terlalu kekurangan kesempatan untuk bertemu dengannya.”
“Tetapi dia ingin bertemu,” mohon Anne. “Dia punya sesuatu yang sangat penting untuk diceritakan kepada saya.”
“Bagaimana kau tahu dia ingin menceritakan sesuatu?”
“Karena dia baru saja memberi isyarat dari jendelanya. Kami mengatur cara memberi tanda dengan lilin dan selembar karton. Kami meletakkan lilin di ambang jendela dan membuat kilatan dengan menggerakkan karton ke depan dan ke belakang. Jumlah kilatan tertentu berarti sesuatu. Itu ide saya, Marilla.”
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 10 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.