Bab 38 – Tikungan di Jalan
KEESOKAN harinya Marilla pergi ke kota dan kembali pada petang hari. Anne sedang berkunjung ke Orchard Slope bersama Diana dan pulang untuk mendapati Marilla duduk di dapur, di sisi meja, dengan kepala bertumpu pada tangannya. Ada sesuatu dalam sikapnya yang lesu dan putus asa itu yang membuat hati Anne tiba-tiba terasa dingin. Ia belum pernah melihat Marilla duduk begitu lunglai dan tak berdaya.
βApakah Anda sangat lelah, Marilla?β
βYaβtidakβaku tidak tahu,β jawab Marilla dengan letih, sambil mengangkat wajahnya. βMungkin aku lelah, tetapi aku bahkan tidak sempat memikirkannya. Bukan itu masalahnya.β
βApakah Anda bertemu dengan dokter mata itu? Apa yang dia katakan?β tanya Anne cemas.
βYa, aku bertemu dengannya. Dia memeriksa mataku. Katanya jika aku berhenti sama sekali membaca dan menjahit dan segala pekerjaan yang membebani mata, dan jika aku berhati-hati untuk tidak menangis, serta memakai kacamata yang diberikannya, dia pikir mataku tidak akan bertambah buruk dan sakit kepalaku akan sembuh. Tetapi jika tidak, katanya aku pasti akan buta total dalam enam bulan. Buta! Anne, bayangkan itu!β
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 10 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!













Silakan login untuk meninggalkan komentar.