Bab V – Janji Temu di Brattleboro
LALU—seperti menabrak surat balasanku yang kacau-balau dan tiba pada Sabtu sore, 8 September—datanglah sebuah surat yang anehnya begitu berbeda.
Sebuah surat yang terasa menenangkan, rapi, diketik dengan mesin yang tampak baru; sepenggal ajakan ramah yang justru menandai perubahan luar biasa dalam drama mimpi buruk yang menyelimuti perbukitan sunyi itu. Akan kuulangi dari ingatan—karena untuk alasan tertentu aku ingin mempertahankan sebanyak mungkin nuansa suaranya.
Surat itu diberi cap pos dari Bellows Falls, dan sebagaimana naskah isi suratnya, tanda tangan Akeley juga diketik—hal yang cukup umum bagi orang yang baru belajar mengetik.
Namun akurasinya nyaris sempurna. Dari hasil ketikan itu aku menduga Akeley pasti pernah memakai mesin tik sebelumnya, mungkin saat kuliah.
Mengatakan bahwa surat tersebut membuatku lega memang benar, tetapi di balik rasa lega itu mengendap sesuatu yang lebih gelap—semacam kewaspadaan yang tak bisa kukendalikan.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.