Bagian 10 – Kembara Lamunan Masa Lalu
“YA, aku sudah bersenang-senang; sudah cukup,” pikir Peter, sambil menatap keranjang gantung geranium pucat. Dan semuanya hancur berkeping-kepingβkesenangannya, karena setengahnya terbuat-buat, seperti yang sangat ia sadari; direkayasa, petualangan kecil dengan gadis tadi; dikarang, seperti seseorang mengarang sebagian besar hidupnya, pikirnyaβmengarang dirinya sendiri; mengarang si gadis; menciptakan hiburan yang indah, dan sesuatu lebih. Tapi anehnya, dan ini benar; semua ini takkan pernah bisa dibagiβruntuh berkeping-keping.
Ia berbalik; berjalan menyusuri jalan, mencari tempat untuk duduk, sampai waktunya ke Lincoln’s Innβke Kantor Hooper dan Grateley. Ke mana harus pergi? Tak penting. Menyusuri jalan saja, menuju Regent’s Park. Langkahnya di trotoar seperti mengucapkan “tak penting”; karena masih pagi, masih sangat pagi.
Pun pagi ini sungguh indah. Seperti detak jantung sempurna, kehidupan menghantam lurus menyusuri jalan-jalan. Tak ada kebingunganβtak ada keraguan.
Dengan gerakan meluncur dan berbelok, tepat, teratur, tanpa suara, persis pada saat yang tepat, mobil berhenti di depan pintu. Gadis itu, berbaju sutra, berbulu, fana, tapi tak terlalu menarik baginya (karena ia sudah puas bersenang-senang), turun.
Pelayan-pelayan sempurna, anjing chow cokelat kekuningan, lorong-lorong berpola belah ketupat hitam-putih dengan tirai putih berkibar, Peter melihat melalui pintu yang terbuka dan menyetujuinya. Sebuah pencapaian luar biasa, bagaimanapun, London; musimnya; peradaban.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 6 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.