Bagian 24 – Topi untuk Putri Mrs. Filmer

๐Ÿ‘๏ธ 2 tayangan

ITU tidak disadari. Tak ada pengakuan di dalamnya tentang keberuntungan atau takdir tertentu, dan justru karena itulah bahkan bagi mereka yang pingsan menunggu getaran terakhir kesadaran di wajah orang sekarat, suara ini menghibur.

Kelalaian manusia mungkin melukai, ketidakberterima kasihan mereka menggerogoti, tetapi suara ini, yang mengalir tanpa henti tahun demi tahun, akan menerima apapun itu; sumpah ini; mobil van ini; kehidupan ini; prosesi ini, akan membungkus semuanya dan membawanya terus, seperti dalam aliran deras gletser, es menggenggam serpihan tulang, kelopak biru, beberapa pohon ek, dan menggelindingkannya terus.

Tapi hari sudah lebih sore dari yang dia kira. Ibunya tak akan suka dia berkeliaran sendirian begini. Dia berbalik menyusuri Strand kembali.

Sebuah hembusan angin (meski udara panas, ada angin cukup kencang) meniup kerudung hitam tipis melintasi matahari dan Strand. Wajah-wajah memudar; omnibus-omnibus tiba-tiba kehilangan cahayanya. Sebab meski awan-awan itu putih bergunung-gunung sehingga orang bisa membayangkan memahat serpihan keras dengan kapak, dengan lereng emas lebar, hamparan rumput taman surga, di sisi-sisinya, dan memiliki semua penampakan permukiman tetap yang berkumpul untuk konferensi para dewa di atas dunia, ada gerakan abadi di antara mereka.

Isyarat-isyarat dipertukarkan, ketika, seolah untuk memenuhi skema yang telah diatur, sekarang sebuah puncak mengecil, sekarang seluruh balok seukuran piramida yang tetap tak bergerak maju ke tengah atau dengan khidmat memimpin prosesi ke tempat berlabuh baru.

๐Ÿ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV ๐Ÿ”’ ๐Ÿ”’ NEXT

๐Ÿ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Mrs. Dalloway

×
×