Mrs. Dalloway

Bagian 12 – Pergulatan Lucrezia dengan Septimus

πŸ‘οΈ 4 tayangan

LUCREZIA Warren Smith, bergumam dalam hati, Ini kejam; mengapa aku harus menderita? Ia bertanya pada diri sendiri sambil berjalan di jalan setapak lebar. Tidak; aku tak tahan lagi, katanya, setelah meninggalkan Septimus yang bukan lagi Septimus, yang mengatakan hal-hal kejam, berbicara sendiri, berbicara pada mayat, di bangku sana; ketika anak kecil itu menabraknya, terjatuh, dan menangis.

Kejadian itu justru menghibur Lucrezia. Ia membantu anak itu tegak kembali, membantu membersihkan gaunnya, menciumnya.

Akan tetapi dirinya sendiri tak bersalah; ia mencintai Septimus; ia pernah bahagia; ia punya rumah indah di Milan tempat saudari-saudarinya masih membuat topi. Mengapa dia harus menderita?

Anak itu kembali ke pengasuhnya, dan Rezia melihatnya dimarahi, dihibur, digendong oleh pengasuh yang meletakkan rajutan, lalu pria baik hati itu (Peter Walsh, Pen.) memberikan arlojinya untuk dibuka si anak sebagai hiburanβ€”tapi mengapa dia harus terpapar? Mengapa tidak dibiarkan di Milan? Mengapa disiksa? Mengapa?

Jalan lebar itu, pengasuh, pria berbaju abu-abu, kereta bayi, bergoyang di matanya yang berkaca-kaca. Terombang-ambing oleh si penyiksa ganas ini adalah takdirnya. Tapi mengapa?

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 6 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Mrs. Dalloway

×
×