Rekomendasi
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku

Bab VI – Masyarakat New York Menolak Countess Olenska

• The Age of Innocence •

👁️ 0 tayangan

MALAM itu, setelah Mr. Jackson pamit pergi, dan para perempuan mundur ke kamar tidur mereka yang bertirai chintz, Newland Archer berjalan perlahan ke ruang kerjanya sendiri. Seperti biasa, seseorang telah menjaga api tetap menyala dan lampu tetap terang; ruangan itu, dengan deretan buku, patung kecil “The Fencers” dari perunggu dan baja di atas perapian, serta banyak foto lukisan terkenal, terasa hangat dan mengundang.

Ia menjatuhkan diri ke kursi di dekat api, dan matanya tertumbuk pada foto besar May Welland—yang diberikan gadis itu pada awal hubungan mereka, dan kini telah menggantikan semua potret lain di atas meja. Dengan rasa takzim yang baru, ia menatap dahi yang jernih, mata yang tenang, dan mulut yang cerah dan polos dari sosok yang kelak akan menjadi tanggung jawab jiwanya. Makhluk muda itu—hasil yang menakutkan dari sistem sosial yang ia yakini—gadis yang tak tahu apa-apa dan mengharapkan segalanya, tiba-tiba tampak asing di balik wajah May yang begitu dikenalnya. Sekali lagi ia merasa bahwa pernikahan bukanlah pelabuhan aman seperti yang selama ini ia percaya, melainkan pelayaran di lautan yang belum terpetakan.

Kisah Countess Olenska telah mengguncang keyakinan lamanya dan membuatnya beredar liar dalam pikirannya. Ucapannya sendiri—“Perempuan harus bebas, sama bebasnya dengan kita”—menyentuh inti persoalan yang dalam dunianya dianggap tidak pernah ada. Perempuan “baik-baik”, betapapun perempuan itu diperlakukan, tidak akan pernah menuntut kebebasan seperti itu; dan karena itu, pria-pria yang merasa dirinya berhati besar, seperti dirinya, dengan mudah mengaku siap memberikannya—setidaknya dalam kata-kata. Kedermawanan semacam itu hanyalah kedok bagi aturan yang tak tergoyahkan, yang menahan segala sesuatu tetap pada pola lama. Namun kini ia dihadapkan pada kewajiban membela, demi sepupu tunangannya, suatu perilaku yang—jika dilakukan oleh istrinya sendiri—akan membuatnya merasa berhak menjatuhkan hukuman sosial sepenuhnya.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel The Age of Innocence.

PREV NEXT 🔒

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti The Age of Innocence.

Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
The Case-Book of Sherlock Holmes
The Case-Book of Sherlock Holmes
Lihat Buku
Rekomendasi
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Lihat Buku
Rekomendasi
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Kumpulan Cerpen Terbaik Leo Tolstoy
Kumpulan Cerpen Terbaik Leo Tolstoy
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Lihat Buku
×
×