Bab 6 — Rasa Penasaran dan Secuil Keterangan
TENTU saja bukan hanya percakapan itu yang membawa kami ke titik ini—ke kenyataan bahwa mulai sekarang kami harus menjalani hidup dengan segala ketakutanku terhadap hal-hal semacam itu, yang barusan begitu jelas memperlihatkan dirinya, dan juga pemahaman pendampingku terhadap ketakutan itu—pemahaman yang separuhnya cemas, separuhnya iba.
Malam ini, setelah penampakan itu membuatku lunglai selama nyaris sejam, tak ada ibadah atau rutinitas apa pun yang kami lakukan selain berbagi air mata dan sumpah, doa dan janji—semacam klimaks dari rentetan saling tantang dan ikrar yang langsung terjadi setelah kami mengurung diri di ruang belajar dan memutuskan untuk bicara terus terang sampai tuntas.
Dan hasil dari “semua dibicarakan” itu, adalah sebuah penyederhanaan mutlak atas situasi kami. Mrs. Groose sendiri memang tidak melihat apa-apa, bahkan bayangan pun tidak. Dan tak seorang pun di rumah ini mengalami hal seperti yang kualami. Namun ia menerima cerita dariku tanpa secara langsung menganggapku gila. Ia malah menunjukkan kasih sayang yang menggetarkan, seolah tersentuh oleh “hak istimewa” yang kumiliki—hak istimewa yang sangat bisa dipertanyakan, tentu saja—dan keharuan itu masih terasa sampai sekarang, bagaikan nafas hangat dari kebaikan manusia yang paling tulus.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 6). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel The Turn of the Screw sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.