Bab 14 — Keinginan Miles
DALAM perjalanan menuju gereja suatu pagi di hari Minggu, aku berjalan beriringan dengan Miles, sementara adiknya berjalan lebih dulu bersama Mrs. Grose, tak jauh di depan kami. Hari itu cerah dan segar—hari pertama yang seperti itu setelah sekian lama. Udara musim gugur yang dingin dan jernih seolah membuat lonceng gereja berdentang riang. Entah kenapa, di saat seperti itu, aku justru tersentuh oleh betapa patuhnya anak-anak ini.
Mengapa mereka tidak pernah memberontak terhadap kebersamaanku yang terus-menerus, tak kenal jeda? Entah apa yang membuatku sadar betapa aku nyaris seperti ‘menjahit’ anak laki-laki itu ke syalku sendiri, seolah aku tengah menggiring mereka menuju sesuatu dan takut mereka akan melarikan diri. Rasanya aku seperti sipir penjara yang selalu waspada akan kejutan dan upaya kabur. Namun tentu saja—aku maksudkan, kepatuhan mereka yang luar biasa itu—adalah bagian dari fakta-fakta yang paling mengerikan.
Pagi itu, Miles tampak rapi dengan setelan hasil kerja tukang jahit pamannya yang sepertinya diberi kebebasan berekspresi: rompi cantik, gaya berkelas, semua tampak menegaskan bahwa bocah ini punya hak penuh atas dirinya. Kalau tiba-tiba saja dia memutuskan untuk memberontak, aku tidak akan bisa berkata apa-apa.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 6). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel The Turn of the Screw sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.