Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp69.000
Lihat di Shopee
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Rp42.750
Lihat di Shopee
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Rp43.000
Lihat di Shopee
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Rp69.000
Lihat di Shopee

Bab 3 – Perkenalan dengan Harriet Smith

• Emma •

👁️ 11 views

MR. WOODHOUSE memang menyukai pergaulan—tentu saja dengan cara dan syaratnya sendiri. Ia sangat senang jika teman-temannya datang berkunjung ke Hartfield, dan karena berbagai alasan yang saling melengkapi—usia yang panjang di tempat itu, sifatnya yang ramah, kekayaannya, rumahnya yang nyaman, dan tentu saja, putrinya—ia punya cukup kuasa untuk mengatur kapan dan siapa yang akan datang. Ia tidak banyak berhubungan dengan keluarga di luar lingkarannya yang kecil; karena kebenciannya pada jam malam dan pesta makan malam besar membuatnya tidak cocok berteman dengan siapa pun yang tidak rela berkompromi.

Beruntunglah ia tinggal di Highbury—termasuk Randalls yang masih satu paroki, dan Donwell Abbey milik Mr. Knightley di paroki sebelah—karena wilayah itu dipenuhi orang-orang yang cocok dengan kebiasaannya. Berkat bujukan Emma, kadang-kadang ia pun bersedia menjamu tamu istimewa untuk makan malam. Namun yang paling ia sukai tetaplah pertemuan malam hari yang tenang, dengan permainan kartu dan percakapan ringan. Selama ia merasa cukup sehat, Emma nyaris selalu bisa mengatur satu meja permainan tiap malam dalam seminggu.

Tamu utama yang tak pernah absen adalah keluarga Weston dan Mr. Knightley, yang datang karena kasih sayang tulus dan hubungan lama. Lalu ada Mr. Elton—pemuda lajang yang diam-diam merasa kesepian dan sangat bersyukur bisa menukar malam-malam sunyinya dengan suasana nyaman di ruang tamu Mr. Woodhouse dan senyuman putri sang tuan rumah yang memesona.

Setelah mereka, datanglah kelompok kedua. Yang paling mudah diajak, tentu saja Mrs. dan Miss Bates, serta Mrs. Goddard. Tiga perempuan yang hampir selalu siap datang jika diundang ke Hartfield, dan begitu sering diantar-jemput sampai Mr. Woodhouse merasa James dan kuda-kudanya tak akan mengeluh. Kalau itu hanya dilakukan setahun sekali, mungkin akan terasa berat. Tapi karena menjadi rutinitas, semua dianggap ringan.

Mrs. Bates, janda pendeta lama Highbury, adalah perempuan tua renta yang nyaris tak mampu menikmati apa pun selain teh sore dan permainan kartu quadrille. Ia hidup sederhana bersama putrinya yang belum menikah. Meski begitu, ia tetap dihormati—sebatas simpati yang bisa ditawarkan pada seorang wanita tua yang tidak menyusahkan siapa pun.

Miss Bates sendiri nyaris tidak memiliki alasan untuk disukai banyak orang: ia tidak muda, tidak cantik, tidak kaya, dan belum menikah. Tak ada keunggulan kecerdasan yang bisa menebus keadaan itu, apalagi membuat orang segan untuk bersikap tidak hormat. Ia tak pernah dikenal sebagai gadis menarik atau cerdas. Masa mudanya lewat tanpa kejayaan, dan masa dewasanya dihabiskan merawat ibunya yang semakin lemah serta berjuang mengatur pengeluaran agar cukup untuk hidup.

Namun anehnya, ia tetap bahagia. Dan lebih aneh lagi, semua orang menyukainya. Rahasianya? Sifatnya yang polos, periang, dan penuh rasa syukur. Ia menyukai semua orang, peduli pada kebahagiaan semua orang, cepat menangkap sisi baik orang lain, dan menganggap dirinya sangat beruntung. Ia merasa diberkahi dengan ibu yang luar biasa, tetangga yang baik, dan rumah kecil yang tidak kekurangan apa pun. Kesederhanaan dan keceriaannya menjadi daya tarik bagi semua orang—dan sumber kebahagiaan abadi bagi dirinya sendiri.

Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Rp44.250
Lihat di Shopee
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Rp36.500
Lihat di Shopee
Nadira - Leila S. Chudori
Nadira - Leila S. Chudori
Rp99.000
Lihat di Shopee
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Rp81.750
Lihat di Shopee

Ia senang berbicara panjang-lebar tentang hal-hal sepele—dan itulah yang paling cocok dengan Mr. Woodhouse: cerita-cerita kecil, gosip tak berbahaya, dan kabar terbaru tentang orang-orang yang sudah dikenalnya selama tiga dekade.

Sementara itu, Mrs. Goddard adalah kepala sekolah. Bukan sekolah bergaya modern yang sok ilmiah dengan prinsip-prinsip mendidik yang bertele-tele, tapi sekolah asrama lama yang jujur dan bersahaja. Tempat yang menjual pendidikan secukupnya dengan harga yang juga secukupnya. Tempat orang tua bisa ‘menyingkirkan’ anak-anak perempuan mereka untuk sementara dan berharap mereka pulang dengan sedikit pengetahuan, tanpa risiko berubah menjadi makhluk jenius yang tak tertahankan.

Sekolah Mrs. Goddard sangat populer—dan memang pantas. Highbury dikenal sebagai tempat yang sehat. Rumahnya luas, kebunnya rindang, makanannya bergizi, dan anak-anak diberi kebebasan bermain di musim panas. Di musim dingin, Mrs. Goddard sendiri yang mengoleskan balsem untuk tangan anak-anak yang pecah-pecah. Tak heran jika dua puluh anak perempuan selalu mengekorinya ke gereja setiap Minggu.

Ia adalah wanita sederhana dan keibuan, yang pernah bekerja keras di masa muda, dan kini merasa sudah pantas menikmati satu-dua undangan minum teh. Dulu ia pernah menerima kebaikan dari Mr. Woodhouse, jadi merasa berkewajiban membalas dengan sesekali meninggalkan ruang tamunya yang rapi, untuk duduk di dekat perapian Hartfield dan kalah atau menang beberapa koin sixpence.

(Koin sixpence, sesuai namanya, adalah koin senilai 6 pences/pennies, satuan mata uang terkecil kedua di Inggris hingga pertengahan abad ke-19. Di atas penny ada shilling, di mana 1 shilling setara 12 pences/pennies atau 2 sixpences. Lalu satuan tertinggi adalah pound yang setara 20 shilling atau 240 pences/pennies).

Inilah para tamu perempuan yang bisa Emma kumpulkan secara rutin. Dan ia sangat senang bisa melakukannya demi kenyamanan sang ayah. Tapi kalau bicara tentang dirinya sendiri? Kehadiran mereka tidak cukup menggantikan kehilangan Mrs. Weston. Ia bahagia melihat ayahnya tampak senang. Ia bangga telah merancang semua ini dengan begitu baik. Namun, percakapan sepi dan berputar-putar dari tiga perempuan itu membuatnya sadar bahwa tiap malam seperti itu hanyalah bagian dari rangkaian malam panjang yang selama ini diam-diam ia takuti.

Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Rp44.250
Lihat di Shopee
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Rp36.500
Lihat di Shopee
Nadira - Leila S. Chudori
Nadira - Leila S. Chudori
Rp99.000
Lihat di Shopee
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Rp81.750
Lihat di Shopee

Suatu pagi, saat ia duduk sambil membayangkan akan menghadapi malam yang serupa, sebuah catatan datang dari Mrs. Goddard. Dengan bahasa yang sangat sopan, ia meminta izin untuk membawa seorang gadis bernama Miss Smith. Permintaan yang langsung membuat wajah Emma cerah.

Miss Smith adalah gadis tujuh belas tahun yang sudah lama dikenalnya dari kejauhan, dan selalu menarik perhatiannya karena kecantikannya. Maka undangan segera dikirim balik dengan nada yang sangat bersahabat. Malam itu, yang semula tampak suram, kini berubah jadi sesuatu yang dinanti-nantikan oleh nyonya muda Hartfield.

Harriet Smith adalah anak luar nikah dari… seseorang. Tak ada yang tahu siapa, dan tampaknya memang tak ada yang benar-benar peduli. Bertahun-tahun yang lalu, seseorang telah menitipkannya di sekolah milik Mrs. Goddard. Dan belum lama ini, seseorang yang sama—atau mungkin berbeda—telah “menaikkan derajatnya” dari murid biasa menjadi penghuni ruang duduk, sebuah peningkatan status yang tak kecil di lingkungan itu. Itulah satu-satunya hal yang secara umum diketahui tentang latar belakangnya.

Ia tak punya keluarga yang dikenal publik—selain beberapa teman yang diperoleh selama tinggal di Highbury. Kini ia baru saja kembali dari kunjungan panjang di desa, mengunjungi sejumlah gadis muda yang pernah sekolah bersamanya di Mrs. Goddard.

Harriet adalah gadis yang sangat cantik—dan kebetulan jenis kecantikannya sangat cocok dengan selera Emma. Tubuhnya mungil, montok, berkulit cerah, dengan rona pipi yang segar, mata biru lembut, rambut pirang muda, fitur wajah yang teratur, dan ekspresi yang memancarkan kelembutan. Menjelang malam berakhir, Emma tak hanya terpikat oleh penampilannya, tapi juga mulai menyukai pembawaannya. Ia pun langsung memutuskan untuk melanjutkan perkenalan ini lebih jauh.

Emma memang tidak menemukan tanda-tanda kecerdasan luar biasa dalam percakapan Harriet. Namun secara keseluruhan, gadis itu sangat menarik—tidak terlalu pemalu, tapi juga tidak cerewet; sopan tanpa berlebihan, penuh rasa hormat yang manis, dan terlihat sungguh-sungguh berterima kasih bisa diundang ke Hartfield. Ia juga tampak begitu terkesan dengan keindahan tempat itu, yang tentu saja jauh lebih mewah dari apa yang pernah ia kenal. Semua ini membuat Emma yakin: Harriet pasti punya akal sehat dan layak didorong untuk berkembang.

Dan memang, dorongan itu akan diberikan. Mata biru yang lembut dan pesona alaminya tak seharusnya dibuang sia-sia untuk bersosialisasi dengan kalangan bawah Highbury. Teman-temannya yang sekarang sungguh tidak pantas baginya. Keluarga yang baru saja ia kunjungi, meskipun menurut Harriet adalah orang-orang baik, hanya akan merusaknya. Mereka adalah keluarga Martin, yang Emma kenal sebagai penyewa peternakan besar milik Mr. Knightley di paroki Donwell.

Emma tahu mereka orang-orang terhormat—Mr. Knightley sendiri sangat menghargai mereka. Namun mereka jelas kasar dan tak terasah, sama sekali tidak cocok untuk menjadi sahabat dekat seorang gadis yang sebenarnya hanya butuh sedikit polesan pengetahuan dan keanggunan untuk menjadi nyaris sempurna.

Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Rp44.250
Lihat di Shopee
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Rp36.500
Lihat di Shopee
Nadira - Leila S. Chudori
Nadira - Leila S. Chudori
Rp99.000
Lihat di Shopee
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Rp81.750
Lihat di Shopee

Emma pun membuat keputusan: ia akan memperhatikan Harriet, mendidiknya, menjauhkan dia dari pergaulan yang buruk dan memperkenalkannya pada masyarakat yang lebih layak. Ia akan membentuk cara berpikir dan perilaku Harriet. Sebuah proyek yang menarik—dan jelas sangat baik. Cocok pula dengan status Emma, waktu luangnya, dan kecakapannya.

Sepanjang malam itu, Emma begitu sibuk mengagumi mata biru Harriet, berbicara dengannya, mendengarkan jawabannya, menyusun rencana-rencana kecil di sela percakapan, hingga waktu berlalu tanpa terasa. Tiba-tiba meja makan malam—yang biasanya ditunggu-tunggu sebagai penutup acara semacam ini—sudah terhidang lengkap dan ditarik lebih dekat ke perapian. Emma bahkan tak sadar bagaimana semua itu terjadi begitu cepat.

Dengan semangat yang jauh melampaui kebiasaannya, dan dengan kegembiraan yang tulus karena merasa idenya begitu cemerlang, Emma melayani para tamu dengan hangat. Ia menawarkan ayam cincang dan tiram panggang dengan semangat dan ketulusan yang ia tahu akan dihargai oleh para tamu yang lembut hati dan terbiasa makan malam lebih awal.

Namun bagi Mr. Woodhouse, malam seperti itu selalu penuh pergolakan batin. Ia senang melihat meja makan tertata rapi—karena itulah kebiasaan di masa mudanya. Namun keyakinannya bahwa makan malam itu tidak sehat membuatnya sedih setiap kali melihat makanan dihidangkan. Ia ingin para tamunya merasa diterima, tentu saja, tetapi ia juga takut mereka akan sakit karena makan sesuatu yang, menurutnya, terlalu berat.

Bagi dirinya sendiri, semangkuk bubur encer adalah satu-satunya hal yang bisa ia rekomendasikan dengan bangga. Namun sambil memaksa dirinya bersikap ramah, sementara para tamu menikmati sajian yang lebih menggoda, ia tetap berkata:

“Mrs. Bates, bagaimana kalau mencoba telur ini? Telur rebus yang sangat lembut tidak akan membuat sakit. Serle tahu cara merebus lebih baik dari siapa pun. Saya tak akan percaya pada rebusan orang lain, tapi Anda tidak perlu khawatir—telur kami kecil-kecil. Tidak akan menyakitkan. Miss Bates, biar Emma ambilkan sedikit tart untuk Anda—sedikit saja. Semuanya tart apel, tidak ada selai yang terlalu manis di sini. Saya tidak menganjurkan custard-nya. Mrs. Goddard, bagaimana kalau setengah gelas anggur? Hanya setengah saja, dicampur air dalam gelas besar. Saya rasa itu tidak akan membuat Anda tak enak badan.”

Emma membiarkan ayahnya bicara sesuka hati—tapi ia sendiri memastikan para tamu diberi hidangan yang jauh lebih memuaskan. Malam itu, ia sangat bahagia bisa membuat semua orang pulang dengan senyuman, terutama Harriet.

Dan Harriet? Kebahagiaannya sebanding dengan semua niat baik Emma. Nama besar Miss Woodhouse di Highbury begitu menggentarkan sampai-sampai undangan untuk berkenalan ini membuat Harriet merasa setengah panik, setengah senang. Namun ketika malam usai, gadis kecil yang rendah hati itu melangkah pergi dengan hati penuh syukur, terpesona oleh keramahan Emma—dan sangat terharu ketika Miss Woodhouse benar-benar menjabat tangannya sebelum pulang!

Akses Terjemahan Gratis

Kamu hanya bisa membaca 2 bab lagi. Silakan buat akun KlikNovel untuk mengakses semua 84 bab secara GRATIS!

5 bab gratis84 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Emma karya Jane Austen ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Kumpulan Cerpen Terbaik HG Wells
Rp59.250
Lihat di Shopee
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Rp43.000
Lihat di Shopee
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp98.500
Lihat di Shopee
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Rp113.050
Lihat di Shopee
The Memoirs of Sherlock Holmes
The Memoirs of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Pulang - Leila S. Chudori
Pulang - Leila S. Chudori
Rp117.000
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Rp40.150
Lihat di Shopee
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp48.500
Lihat di Shopee
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
Namaku Alam - Leila S. Chudori
Namaku Alam - Leila S. Chudori
Rp108.000
Lihat di Shopee

• Emma •