Bab 37 — Frank Churchill yang Berbeda
SEDIKIT merenung saja sudah cukup bagi Emma untuk memahami kegelisahan yang ia rasakan saat mendengar kabar tentang Frank Churchill. Ia segera yakin, bahwa keresahan itu bukan karena dirinya sendiri—bukan karena rasa malu atau takut. Ia gelisah karena Frank.
Perasaannya sendiri, bila harus diakui dengan jujur, sebenarnya sudah mendingin. Rasa suka itu nyaris tak berarti lagi, bahkan tak layak dipikirkan. Namun bila Frank—yang jelas-jelas sejak awal jauh lebih jatuh hati daripada dirinya—datang kembali dengan membawa semangat dan perasaan yang sama seperti dulu… itu jelas akan menyulitkan.
Bila dua bulan perpisahan tak cukup bagi Emma untuk meredakan perasaannya, maka jelas akan ada bahaya di depan mata—baik bagi Frank maupun dirinya sendiri. Ia harus berhati-hati. Ia tak ingin terjebak lagi dalam pusaran perasaan, dan karenanya, ia pun merasa perlu menjaga sikap agar tak memberi harapan apa-apa.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 10). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel Emma sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.