Emma

Bab 26 – Teka-teki Hadiah Pianoforte untuk Jane Fairfax

πŸ‘οΈ 7 tayangan

FRANK Churchill akhirnya kembaliβ€”dan jika benar ia sempat membuat ayahnya menunggu makan malam, itu tak sampai terdengar ke telinga siapa pun di Hartfield. Mrs. Weston terlalu ingin Frank disukai oleh Mr. Woodhouse, hingga takkan mengungkapkan kekurangan apa pun yang masih bisa disembunyikan.

Frank datang dengan rambut yang sudah dipotong, dan menertawakan dirinya sendiri dengan santai, tanpa sedikit pun rasa malu atas tindakannya. Wajahnya tak menunjukkan kegelisahan yang perlu ditutupi oleh poni panjang, dan semangatnya tak tampak menyesal karena uang yang telah ia habiskan. Ia tampil sama percaya diri dan ceria seperti biasa.

Melihatnya, Emma pun membatin, Entahlah, apakah seharusnya begitu, tapi kenyataannya memang: hal-hal konyol berhenti terlihat konyol jika dilakukan oleh orang cerdas… dengan cara yang nekat. Kejahatan akan tetap kejahatan, tetapi kebodohan? Belum tentu selalu bodoh. Semuanya tergantung siapa pelakunya.

Frank Churchillβ€”dia bukan pemuda sembrono yang hanya bisa main-main. Kalau dia memang seperti itu, pasti dia akan bertindak berbeda. Entah dia akan membanggakan diri atas ‘prestasi’ ini, atau sebaliknya, mati-matian menutupinya. Akan ada sikap pamer ala lelaki centil, atau justru pembelaan diri dari seseorang yang terlalu lemah untuk jujur pada kesia-siaannya sendiri. Tapi tidak. Aku yakin betulβ€”dia bukan orang yang remeh, apalagi bodoh.

Dan tibalah hari Selasaβ€”momen yang sangat dinantikan Emma. Ia akan kembali bertemu Frank, kali ini lebih lama, cukup untuk menilai tingkah laku pemuda itu secara umum… dan menafsirkan isyarat-isyarat yang barangkali ditujukan kepadanya secara khusus.

πŸ”’

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 16 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Emma

×
×